Karena Depresi, Wanita Muda Ini Nekat Gantung Diri

CIMAHI – Belum hilang dari perbincangan warga terkait kasus penyimpanan kerangka mayat di Cimahi, kali ini giliran aksi gantung diri yang dilakukan Rifka Nurfitria (22), Senin (5/2), di Gang Lio II RT 02/01, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Tengah, cukup mengejutkan warga sekitar.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, perempuan muda itu nekat menggantung dirinya sendiri lantaran mengalami depresi.

Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto membenarkan, dari keterangan sejumlah saksi mata dan pihak keluarga pelaku, aksi nekatnya tersebut kemungkinan pengaruh dari depresi yang dialaminya selama kurang lebih empat bulan lamanya.

“Kita belum mengetahui secara pasti terkait motifnya, karena masih dalam tahap penyelidikan,” kata Indarto, di Mapolsek Cimahi, Jalan Encep Kartawirya, Senin (5/2/2018).

Aksi gantung diri itu diketahui warga sekitar pukul 11.00 wib di rumah ibu Een (58) yang merupakan nenek dari Rifka. Warga yang melihat, langsung memberi tahu kepada pihak keluarga bahwa, Rifka telah tergantung di lantai dua dengan leher yang sudah terlilit kain putih.

“Setelah diketahui, kemudian Rifka dibawa ke klinik terdekat tapi nyawanya tidak terselamatkan,” ujarnya.

Pihak keluarga pun akhirnya membawa kembali jenazah Rifka ke rumah ibu Een. Akan tetapi, untuk memastikan motif dibalik aksi gantung diri tersebut, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. “Pihak keluarga sepertinya sudah ikhlas atas kepergian Rifka,” ucapnya.

Kepada polisi pihak keluarga mengaku jika, Rifka memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Nur Ilahi, Cileunyi, Kabupaten Bandung. “Jadi memang semasa hidupnya pelaku mengalami gangguan kejiwaan,” pungkasnya. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *