
SOREANG-Kepala Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten bandung, Hilman Yusuf mengatakan, adanya proyek pipanisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gambung di Kabupaten Bandung banyak merugikan masyarakat yang terkena dampak. “Salah satu yang paling nyata sejak pengerjaan proyek banyak masyarakat yang mengalami kecelakaan dan menjadi korban,” ujar Hilman, Rabu (31/1/2018).
Menurutnya, proyek tersebut harus diaudit oleh pihak berwenang baik PPNS, BPK dibantu kepolisian. “Saya sudah beberapa kali bilang soal kerawanan kecelakaan tapi tidak digubris. Kalau sampai hari ini tidak direspon oleh pihak kontraktor, maka saya akan menggelar class action yaitu melaporkan ke Polda Jabar,” kata Hilman yang menjabat juga sebagai Sekretaris Apdesi Kabupaten Bandung.
Dikesempatan lain, Kepala Desa Mekarsari, Peri Januar Pribadi, menambahkan, sudah 10 orang warganya yang mengalami kecelakaan ringan dan berat akibat dari dampak proyek tersebut.
“Mereka menjadi korban ketika kondisi hujan. Sebab jalan semakin licin akibat tanah galian yang masuk ke badan jalan,” sebutnya.
Menurutnya, selain jalanan yang licin, saat malam pun tidak ada penerangan. “Ketika terjadi kecelakaan memang pihak perusahaan langsung memberikan pengobatan dan membersihkan jalan,” katanya.
Dia meminta agar pekerjaan pemasangan pipa tidak asal-asalan dan membahayakan masyarakat sehingga kecelakaan tidak terulang.
Selama ini, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada instansi yang mengerjakan proyek bahkan melakukan aksi di lapangan. Namun, sejauh ini tidak ada itikad baik atau tanggapan dari pengelola proyek untuk mengatasi permasalahan yang mengancam keselamatan warga.
“Proyek mangga tetap berjalan. Tapi pengerjaan jangan sampai membuat celaka masyarakat,” tandasnya. (fen)
Copyright secured by Digiprove 
