RAGAM DAERAH– Vidio yang memperlihatkan hancurnya jalan di Kampung Salem Lapang, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencuri perhatian publik.
Vidio berdurasi 1 menit 22 detik, memperlihatkan seorang pria berjaket hitam menyindir, jalan tanah bercampur lumpur disebutkan sangat bagus sekali.
Pria itu melanjutkan, jalan ini bukan hanya bagus tetapi dipakai juga untuk bermain anak-anak. “Pakai seluncuran, pakai renang di sini. Ini sangat bagus sekali jalannya. Kalau di ‘susukan’ sawah saat cocok dipelakan pare,” kata pria tersebut dalam vidionya yang menyebar di grup whatssapp.
Mantan Anggota DPRD KBB, Sundaya mengaku prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, jalan rusak parah itu bukan menunjukkan wajah ibu kota KBB. Bagaimana tidak, jalan tersebut merupakan jalan hidup yang di lintasi mobil pengangkut hasil pertanian di sekitar desa tersebut. “Sangat memalukan di pusat ibu kota KBB masih ada jalan tanah,” kata Sundaya, Sabtu 19 April 2025.
Sundaya mengatakan, perbaikan jalan tersebut ada kewenangan status jalan desa atau jalan kabupaten. “Tapi terlepas statusnya harus jadi perhatian yang mempunyai kewenangan,” tegasnya.
Sundaya sebagai mantan Anggota Dewan daerah pemilihan (Dapil) Cikalongwetan, Cipatat, dan Cipendeuy memestikan, jika di wilayah dapilnya sudah tidak ada lagi jalan tanah bercampur lumpur. “Saya selama menjadi anggota dewan 10 tahun tidak ada jalan tanah,” tegasnya.
Sundaya juga mempertanyakan kinerja anggota dewan di dapil I yang meliputi wilayah Kecamatan Padalarang, Ngamprah dan Saguling. “Di dapil 1 anggota dewanya ada 11 dan waktu saya menjabat dewan di Kecamatan Cipendeuy tidak ada jalan yang tanah sudah di hot mix,” sindir Sundaya.
Sundaya menyebutkan, selain bisa dibiayai lewat alokasi dana desa (ADD) juga melalui mekanisme musrenbang dan pokok pikiran (pokir) anggota dewan. “Bisa diakomodir lewat pokir dewan juga. Makanya saya mempertanyakan dewan dapil 1 apa kerjanya? Sampai ada jalan seperti itu,” ungkapanya.
Pemda Bandung Barat, kata Sundaya, jangan membiarkan karena Indonesia sudah merdeka 79 tahun. “Masa jalan kabupaten masih seperti tahun 1945,” kata Sundaya.
Jalan bagus juga sebagai salah satu peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) lebih baik lagi, makanya wajar jika banyak masyarakat yang ‘berteriak’ meminta bantuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang selalu peka terhadap kondisi lingkungan masyarakat. ****

