Konflik Sejarah dalam Injil: Kajian Kelahiran Yesus menurut Raymond E. Brown

Raymond E. Brown, seorang ahli Kitab Suci Katolik yang terkenal, telah menganalisis berbagai kontradiksi dalam narasi kelahiran Yesus yang terdapat dalam Injil Matius dan Lukas. Dalam bukunya The Birth of the Messiah, Brown menguraikan bagaimana kedua Injil ini memiliki perbedaan signifikan yang sulit untuk direkonsiliasi dari sudut pandang historis.

1. Perbedaan Waktu Kelahiran Yesus

Salah satu kontradiksi yang paling mencolok adalah perbedaan mengenai kapan Yesus lahir:

  • Matius 2:1 menyebutkan bahwa Yesus lahir pada masa pemerintahan Herodes Agung, yang meninggal sekitar tahun 4 SM.
  • Lukas 2:1-2 menyatakan bahwa Yesus lahir pada saat sensus yang dilakukan oleh Gubernur Quirinius, yang terjadi pada tahun 6 M, sepuluh tahun setelah kematian Herodes.

Brown menegaskan bahwa perbedaan ini tidak dapat didamaikan dari sudut pandang historis karena kedua peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi bersamaan.

2. Tempat Tinggal Orang Tua Yesus Sebelum Kelahiran

  • Matius 2:1-23 menunjukkan bahwa Yusuf dan Maria sudah tinggal di Betlehem, dan setelah kelahiran Yesus, mereka melarikan diri ke Mesir sebelum akhirnya menetap di Nazaret.
  • Lukas 2:4-39 menyatakan bahwa Yusuf dan Maria berasal dari Nazaret, tetapi pergi ke Betlehem karena sensus, dan setelah kelahiran Yesus mereka kembali ke Nazaret tanpa pergi ke Mesir.

Brown berpendapat bahwa perbedaan ini menunjukkan bahwa kedua Injil memiliki agenda teologis yang berbeda dalam menyusun narasi mereka.

3. Kunjungan Orang Bijak vs. Kunjungan Para Gembala

  • Matius 2:1-12 menyebutkan bahwa Yesus dikunjungi oleh orang-orang Majus dari Timur yang mengikuti bintang untuk menemukan tempat kelahirannya.
  • Lukas 2:8-20 menyatakan bahwa Yesus dikunjungi oleh para gembala setelah malaikat memberi mereka kabar tentang kelahiran-Nya.

Menurut Brown, perbedaan ini menunjukkan bahwa masing-masing pengarang Injil menyesuaikan cerita kelahiran Yesus untuk menekankan aspek teologis yang mereka anggap penting.

4. Reaksi Penguasa terhadap Kelahiran Yesus

  • Matius 2:16-18 mencatat bahwa Herodes merasa terancam oleh kelahiran Yesus dan memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki di Betlehem (Pembantaian Anak-anak Tak Bersalah).
  • Lukas 2 tidak menyebutkan adanya ancaman dari Herodes atau pembunuhan bayi-bayi di Betlehem.

Brown menilai bahwa kisah dalam Matius kemungkinan besar memiliki unsur midrash, yaitu narasi yang dikembangkan untuk mencerminkan kisah Musa dalam Perjanjian Lama.

Kesimpulan

Raymond E. Brown menyimpulkan bahwa narasi kelahiran Yesus dalam Matius dan Lukas bukanlah laporan sejarah yang akurat, melainkan kisah yang dikembangkan secara teologis untuk menyampaikan pesan tertentu kepada pembaca. Perbedaan dalam kronologi, lokasi, dan tokoh-tokoh yang terlibat menunjukkan bahwa masing-masing pengarang Injil memiliki sumber dan tujuan yang berbeda dalam menyusun cerita kelahiran Yesus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *