RAGAM DAERAH– Rencana perluasan wilayah Kota Cimahi yang digulirkan Pemerintah Kota Cimahi mengundang rekasi dari beberapa tokoh di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Bagaimana tidak, wacana tersebut, Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan, tidak hanya akan mengambil wilayah dari Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung serta kawasan Cimindi, Kota Bandung, rencananya, perluasan ini bakal mencaplok sebagian kecamatan Ngamprah, Padalarang, dan Batujajar di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Dari KBB ada dua desa yakni desa Cilame dan Tanimulya. Intinya beberapa wilayah Padalarang, Batujajar, dan Ngamprah,” kata Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira seperti dikutif dari ayobandung.com, Rabu 26 Februari 2025.
Tokoh Pemuda Bandung Barat, Moh Yuziandi S.Pd.I,.M.Pd mengatakan, ada beberapa alasan yang bisa sampaikan untuk menolak perluasan tersebut yakni, wilayah Bandung Barat harus tetap utuh karenaBandung Barat memiliki potensi besar dalam pembangunan dan ekonomi. “Jika sebagian wilayahnya diambil oleh Cimahi, maka sumber daya dan potensi wilayah tersebut bisa berkurang,” kata Yuzi sapaan akrabnya dihubungi ragam daerah, Kamis 27 Febuari 2025.
Pria yang menjabat sebagai Ketua BM PAN KBB ini menyebutkan, pelayanan publik dan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sedang berupaya meningkatkan pelayanan publik. “Jika wilayah tersebut bergabung dengan Cimahi, ada risiko perubahan administrasi yang bisa mengganggu pelayanan bagi warga,” tuturnya.
Identitas dan kearifan lokal wilayah Bandung Barat memiliki budaya dan identitas sendiri yang berbeda dengan Cimahi. Jika bergabung, ada kekhawatiran bahwa ciri khas daerah ini akan luntur atau kurang mendapat perhatian. “Dampak terhadap Pembangunan dan a nggaran jika wilayah Bandung Barat berkurang, maka potensi pendapatan daerah dari pajak dan retribusi juga bisa berkurang. Ini bisa berdampak pada program pembangunan yang sudah direncanakan,” pungkasnya. ***


Saya kira warga tanimulya pilih gabung Cimahi
Cara pandang dan pola fikirnya adalah, bagi bagi tugas pelayanan masyarakat dan pembangunan daerah. Dan bahwa daerah itu bukan waris, bukan milik kelompok A dan kelompok B.
Bila Area luas dan jumlah penduduk banyak, maka beban yang dipanggul akan berat. Saya fikir Pemprof Jabar, akan bijak dalam hal ini.
Saya warga tani mulya pilih gabung cimahi,
KBB = jalan rusak,ngurus surat2 ribet..kaya di jaman batu
Kami warga Cisarua, Parongpong & Lembang ingin bergabung ke kota Cimahi atau berdiri sendiri Kab. Bandung Utara.
Karena Kab Bandung Barat tdk berkembang pd hal daerah kami aset pariwisata yg katanya akan diperlebar 4 jalur jl. Kolonel Masturi mulai Cimahi sd Lembang tapi tetap sempit, banyak obyek wisata di KBB tutup mis Kampung Gajah krn tdk ditunjang infrastruktur malahan Bupatinya mulai berdiri KBB pd kesandung korupsi janji doang.
Sebenarnya sdd sejarah dr jaman Gubernur Jabar Aang Kunaefi ibu kota Bandung Barat itu Cimahi bukan Ngamprah.
Tahun berapa gubernur jabar pak aang Kunaefi?
Kamu warga cilame ya pilih cimahi atuh… eta tokoh pemuda ti cikalong meureun nyak… iri wae maneh na…. kaarifan lokal naon???? Meng ada2 aja
Ti mimiti aya eweh nu ecreg bupati teh kabeh berujung di bui. Karorupsi we ngadeluk,pelayanan ribet nyieun ktp oge.