RAGAM DAERAH– Pendiri Bandung Barat, Asep Suhardi (Ado) kaget dengan data yang dilontarkan Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati nomor uru 1 Didik Agus T-Gulang Dirga soal permasalahan persepsi korupsi di KBB menempati urutan ke 27 dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat dengan nilai 60.16. “Pertanyaan pasalon nomor satu berdasarkan data survei KPK jika KBB menempati urutan 27 kota/kabupaten persepsi korupsi, saya tersentak sekaligus kaget dan ini sangat memprihatinkan,” kata Ado, Selasa 19 November 2024.
Dengan adanya data persepsi korupsi tersebut, Ado, meminta lima paslon yang bertarung di pemilukada 27 November nanti, agar mendalami untuk memperbaiki Bandung Barat.
“Sebagus atau sebaik apapun konsepnya memimpin KBB tapi tingkat korupsinya masih tinggi apa yang disampaikan seperti data KPK, akan sulit untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat” ungkapnya.
Ado meminta, konsep membenahi dilakukan dulu dalam internal birokrasi.”Korupsi itu pelakukanya tidak tunggal kalau KBB peringatkan ke 27 saya menduga korupsi di KBB dilakukan secara kolektif. Ini menjadi menjadi peer utama para kandidat untuk meminimalisir tingkat korupsi,” ungkapnya.
Ado menyebutkan, saat memperjuangkan KBB tidak terpikir jika tingkat korupsi KBB sangat tinggi. “Yang ada dalam benak kami pada saat itu bagimana caranya kesejahteraan masyarakat bisa membaik juga peningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur tidak terpikir KBB akan rawan terhadap tingkat persepsi korupsi,” kata Ado.
Ado juga sebelumnya pernah mengkhawatirkan akan lahirnya kelompok-kelompok korupsi baru di KBB. “Ini terbukti sast ini dan tentunya sangat memalukan. Jadi siapapun bupati terpilih ke depannya harus mampu memberantas korupsi di KBB,” katanya.
Kendati sudah dua kali KPK melakukan penangkapan terhadap kepala daerah di KBB, Ado mengatakan, tidak menyurutkan mental-mental korupsi para pejabatnya. “Ini yang membuat saya aneh. Jadi saya berpikir apakah KPK belum berhasil membenahi KBB atau masyarakat harus lebih aktif lagi mengingatkan proaktif untuk menghentikan sikap korupsi di KBB,” pungkasnya. ***

