RAGAM DAERAH– Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lili Supriatna menyebut, KPU KBB menggunakan metode efisensi untuk menghemat anggaran pilkada 2024 ini.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengalokasikan anggaran Rp62 miliar untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Anggaran sebesar itu akan dialokasikan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB sebesar Rp51 miliar dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) KBB dengan besaran anggaran Rp11 miliar.
“Barang kali KPU tidak mau menghabiskan uang jadi semuanya serba irit,” kata Lili, Minggu 17 November 2024.
Menurut Lili, KPU KBB ingin memberikan contoh kepada KPU kota/kabupaten dalam efesiensi anggaran. “Ingin beri contoh kepada KPU yang lain jika apabila ada dana hibah yang tidak terpakai sisanya akan dikembalikan kepada kas daerah,” ungkap Lili.
Lili menilai, kegiatan sosialisasi pilkada yang dilakukan oleh KPU sangat irit dan efisiensi dalam penggunaan anggaran hibah APBD.
“Dengen efesien anggaran hari ini masyarakat tidak mendapatkan kejelasan yang pasti kaitan dengan program pilkada 27 November 2024,” ungkap Lili.
Lili menegaskan, metode efesien anggaran akan ada sisa anggaran yang harus dikembalikan kepada kas daerah. “Saya belum dengar selama penyelenggaran pilkada, KPU mengembalikan uang kapada kas daerah apabila ada sisa anggaran, dan harus dikembalikan kalau ada sisa karena hari ini KBB sedang defisit anggaran,” sebut Lili.
Lili menyayangkan, penyelenggaran debat kandidat calon kepala daerah KBB, masih dilakukan di hotel yang sama dengan menggelar debat kandidat kepala daerah ke dua di hotel yang sama berarti menurunkan kelas tempat.
“Minimal di Hotel Mansion Pine bintang 4, ini kan hotel bintang 2 dan yang akan debat ini adalah calon kepala daerah yang akan mengelola anggaran karena seluruh stakeholder masyarakat di KBB harus mengetahui program para calon kepala daerah,” pungkasnya. ***

