RAGAM DAERAH– Jajaran Pengurus DPD PKS KBB bawa Bakal Calon Bupati (Balbup) Bandung Barat, Didik Agus Triwiyono untuk sowan ke para pendiri Bandung Barat yang tergabung dalam Komite Pemekaran Kabupaten Bandung Barat (KPKBB), Rabu 14 Agustus 2024.
Kedatangan tersebut langsung disambut hangat Ketua KPKBB, H. Zaenal Abidin di kediamannya.
Ketua DPD PKS Bandung Barat, Acep Hud Salahudin menyampaikan, kedatangan kandidat bersama jajaran DPD PKS KBB,
sebagai upaya menguatkan komitmen dalam membenahi KBB ke depan. “Ya, kami bersilaturahmi sekaligus meminta nasihat dari para sesepuh KPKBB sebagai salah satu bagian yang tidak bisa terpisahkan dari sejarah berdirinya KBB,” jelas Acep.
Menurut Kang Acep–sapaan akrabnya, budaya silaturahmi, apalagi kepada sesepuh yang ada di KBB, harus menjadi kagiatan rutin terutama bagi para pengelola pemerintahan.
Ketua KPKBB, H Zaenal Abidin meyatakan kegembiraan atas kedatangan pimpinan PKS KBB, dan menyebut, bahwa PKS merupakan salah satu komponen yang terlibat langsung mendukung serta membantu perjuangan pemekaran KBB dari Kabupaten Bandung.
Pada kesempatan tersebut juga, H Zaenal menitipkan cita-cita pemekaran, baik kepada PKS maupun kepada Bakal Calon Bupati KBB, Didik Agus Triwiyono.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Semoga pilkada tahun ini bisa menghasilkan pemimpin yang jauh lebih baik,” ujar H. Zaenal seraya mengungkapkan, sedikit keterkejutannya saat menerima surat permohonan kunjungan dari Pengurus DPD PKS Kabupaten Bandung Barat. “Sejak lama kami menanti kegiatan semacam ini, bukan hanya kepada PKS,” tambah Kyai yang menggantikan (alm.) H. Endang Anwar sejak 2015 ini.
Dalam bincang-bincang hangat yang berlangsung di kediaman H. Zaenal tersebut, terlontar beragam masukan terkait pengelolaan pemerintahan KBB ke depan.
Para tokoh pendiri KBB tersebut sangat berharap kepada PKS sebagai partai pemenang pemilu di KBB, bisa memberikan pengaruh yang baik demi terwujudnya cita-cita pemekaran.
“Kami memliki banyak catatan tentang perkembangan KBB. Tentunya catatan itu untuk dijadikan bahan guna kemajuan KBB,” kenang Haji Zaenal.
KPKBB akan terus memantau dan mengawal pembangunan KBB siapapun dan dari partai manapun pemimpinnya.
Menurut H Zaenal, pemimpin Bandung Barat tidak boleh melupakan sejarah pembentukan Bandung Barat. “Pemimpin Bandung Barat harus mau dan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen, termasuk salah satunya KPKBB. Lebih dari itu, sudah sepantasnyalah pengelola pemerintahan Bandung Barat meminta pandangan dari para sesepuh, terutama para tokoh pendiri,” pungkasnya.
Sementara itu, ketika mendapatkan kesempatan berbicara, Bakal Calon Bupati KBB, Didik Agus Triwiyono mengungkapkan komitmennya untuk mewujudkan cita-cita pemekeran Bandung Barat dengan senantiasa berkonsultasi dengan para tokoh yang ada di KBB sesuai kapasitas masing-masing.
Didik menyebut, bahwa masih banyak pontensi SDM unggul di Bandung Barat yang belum dilibatkan, baik yang ada di internal birokrasi maupun di masyarakat umum. “Saya bersungguh-sungguh untuk meramu komunikasi yang baik dengan lima unsur penting yang kita kenal sebagai pentahelix, yakni akademisi, komunitas masyarakat, dunia usaha, pemerintahan, dan media,” paparnya kepada awak media.
Dikdik berkomitmen untuk menjadi kepala daerah yang bersih agar menjadi teladan bagi partner kerjanya di pemerintahan maupun masyarakat secara umum. ***

