Sindir Mesin Politik Tolak Rekom Parpol hingga Wajar Masyarakat Tolak Artis

RAGAM DAERAH– Tokoh Pemuda Bandung Barat, Lili Supriatna menganggap wajar, jika terjadi penolakan artis yang hendak manggung di pilkada oleh masyarakat.

Lili memandang, penolakan terhadap artis yang manggung di pilkada, lantaran adanya trauma politik yang berdampak langsung terhadap masyarakat KBB.

“Terakhir KBB bupatinya dipimpin oleh artis. Makanya wajar masyarakat KBB melakukan reaksi politik kaitan pilkada saat ini,” sebut Lili, Jumat 2 Agustus 2024.

Menurut Lili, reaksi masyarakat terhadap penolakan artis yang hendak manggung di pilkada, seharusnya menjadi pertimbangan oleh partai politik yang akan mengusung calonnya. “KBB pernah dipimpin oleh artis dan sudah merasakan faidah serta manfaatnya dan harusnya menjadi masukan partai politik jika kearifan lokal dan keingginan masyarakat mestinya harus diperjuangkan oleh partai-partai di KBB ke tingkat DPP, jangan hanya dijadikan muatan lokal semata,” sebut Lili.

Partai-partai di KBB seharusnya mengusung para calon yang mempunyai kearifan lokal dengan pertimbangan, pilkada adalah pesta daerah bukan pesta nasional. “Orang partai di tingkat DPP jangan egois karena yang akan merasakan pait manisnya kepala daerah orang daerah. Maka harus muncul keseimbangan ketika orang daerahnya di luar KBB wakilnya harus orang KBB atau sebaliknya, itu sah saja. Tapi pertimbangan lokal harus di kedepankan,” sebutnya.

Lili menyebut menjadi preseden buruk ketika ada penolakan terhadap rekom yang sudah di keluarkan salah satu parpol kepada salah satu bakal calon, karena penolakan datamg dari internal parpol sendiri. “Bagaimana mau menang calon yang direkomendasikan oleh DPP ketika mesin politinya melakukan penolakan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *