RAGAM DAERAH– Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Kinerja BKPSDM KBB, Yunita Nur Fadilla, S.Psi, MIP menjadi kandidat
PNS berprestasi kategori Inovasi KBB.
Diketahui, Yunita sudah mengabdi selama 13 tahun sebagai ASN di KBB dengan bidang manajemen sistem meris ASN BKPSDM.
Tak heran, jika Yunita paham betul soal sistem merit yang menjadi inobasi dan menjadi isu strategis. “Sistem merit saat ini sedang menjadi isu strategis dari pemerintah pusat sampai
dengan pemerintah daerah,” ujar Yunita dalam kanal di Youtube BKPSDM KBB, Jumat 19 Juli 2024.
Yunita menyebutkan, Kabupaten Bandung Barat terus melakukan perbaikan dari nilai sistem merit. Hal itu, berdasarkan dengan kondisi lingkungan, fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan, juga instruksi serta support dari pimpinan. “Hal itu juga untuk mempermudah untuk memfasilitasi tugas dan fungsi BKPSDM, khususnya di Bidang Mutasi Promosi dan Kinerja,” tuturnya.
Persoalan itu, lanjut Yunita, diperlukanlah sebuah konsep ataupun grand desain terkait dengan smart talent yaitu sistem monitoring aparatur real time talenta. “Jadi nanti berisikan sebuah profil dari talenta pegawai untuk nantinya diolah ke dalam talentful untuk mengambil keputusan di manajemen,” ujarnya.
Menurutnya, sistem tersebut akan berhasil menguak talenta tersembunyi para ASN, sehingga dapat dengan mudah diketahui potensi kinerjanya sehingga suksesi bagi para ASN itu bisa dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang mensyaratkan pemantauan potensi dan kinerja.
“Jika berbicara dengan sistem merit, bahwa pada saat ini implementasi
sistem merit itu sedang menjadi isu strategis dari Pemerintah Pusat sampai
dengan Pemerintah Daerah. Memang untuk implementasi sistem merit bukan baru berlaku saat ini saja, tetapi dari tahun ke tahun Kabupaten Bandung Barat terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk peningkatan dari nilai sistem merit,” imbuh Yunita.
Yunita menjelaskan bidang kerjanya adalah memonitoring talenta ASN sehingga soal prestasi dan rewardanya dengan monitoring menggunakan sistem merit bisa diputusakan secara faktual oleh BKPSDM.
“Berdasarkan dengan kondisi lingkungan yang ada lalu fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan, lalu juga instruksi serta support dari pimpinan dan juga untuk mempermudah atau juga untuk memfasilitasi tugas dan fungsi BKPSDM, khususnya di Bidang Mutasi Promosi dan Kinerja akhirnya diperlukanlah sebuah konsep ataupun grand desain terkait dengan smart talent yaitu sistem monitoring aparatur real time talenta. Jadi nanti berisikan sebuah profil dari talenta pegawai untuk nantinya diolah ke dalam talentful untuk mengambil keputusan di manajemen,” ujarnya.
Ia juga mengatakan sistem ini akan berhasil menguak talenta tersembunyi para ASN, sehingga dapat dengan mudah diketahui potensi kinerjanya sehingga suksesi bagi para ASN itu bisa dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang mensyaratkan pemantauan potensi dan kinerja. ***

