RAGAM DAERAH– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), tengah menunggu kajian geoglogi terkait kontur tanah bangunan SD Negeri I Babakan Talang Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB yang ambruk akibat bencana pergeseran tanah, Januari lalu.
Akibat pergeseran tanah itu, bangunan sekolah sampai saat ini belum di bangun kembali. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sejumlah siswa dan orangtua siswa berkumpul di lapang. Kegiatan itu, vidionya sempat viral, dan harus segera dicarikan solusinya.
“Saat ini sedang dikaji oleh geologi pembangunannya karena menyangkut kontur tanah yang rawan bencana,” ujar Kepala Bidang (Kabid) SD pada Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Wawan Hernawan dihubungi, Senin 15 Juli 2024.
Wawan menyebutkan, selain menunggu kajian geologi, terkait pembangunan SD tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dari mulai anggaran pembangunan fisik, hingga pengadaan lahan yang aman ketika nanti ditempati para siswa untuk kegiatan belajar mengajar.
“Maka dari itu, untuk mengantisipasi sementara, para siswa kita gabung dengan sekolah yang ada dan sekolah tersebut masih dapat menampung para siswa untuk kegiatan belajar mengajar,” tuturnya.
Wawan memaklumi, ketika ada aspirasi dari masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah terdekat. Namun, sebut Wawan, mesti ditampung dahulu di sekolah lain, mengingat kondisi lahan yang masih dianggap rawan pergerakan tanah. “Masyarakat harus mau menerima dengan kondisi kerawanan bencana, dan ini butuh proses kajian mendalam karena menyangkut keselamatan juga,” tuturnya.
Bisa saja, sekolah tersebut dilakukan merjer dengan sekolah lain jika sudah memenuhi kajian secara mendalam.”Bisa saja dilakukan pembangunan. Tapi ketika tidak diizinkan oleh geologi akan semakin bahaya bagi keselamatan juga,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa SDN 1
Babakan Talang Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB harus berkumpul di tengah lapang. Mereka belum memiliki bangunan sekolah yang ambruk akibat pergerakan tanah pada Januari lalu. ***

