RAGAM DAERAH– Siswa dan siswi SDN 1 Babakan Talang, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa harus berkumpul di lapangan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin 15 Juli 2024.
Hal itu, nampak pada sebuah vidio yang beredar di whatsapp diterima redaksi ragamdaerah.com. Terlihat, para siswa SDN Babakan Talang berbaris di lapang bola tak jauh dari sekolah sambil terjemur sinar mata hari pagi.
Kendati di tengah keterbatasan, para siswa yang diantar orangtuanya, tetap semangat mendengarkan arahan dari guru di sana.
“Mudah-mudahan SDN Babakan Talang mugi terlaksana megah segala rupina,” kata guru di sana saat memberikan pengarahan menggunakan pengeras suara.
Meilani, salah seorang orangtua murid kelas I SDN Babakan Talang, memohon bagunan sekolah yang ambruk akibat pergerakan tanah segera dibangun secepatnya. “Saya memohon sekolah segera dibangun agar anak-anak kami bisa merasakan belajar yang nyaman, tentram, dan anak-anak kami tidak akan kepanasan lagi,” tuturnya dalam unggahan vidio yang diterima redaksi.
Masalah itu, mendapat tanggapan dari Anggota DPRD KBB terpilih asal daerah pemilihan di sana, Asep Dedi.
Pria yang menjabat Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KBB ini mengajak, Pemerintah Daerah KBB, khususnya Dinas Pendidikan, agar bisa duduk bersama dan bergerak cepat mencarikan solusi terbaik bagi kepentingan pendidikan.
“Secepatnya Saya akan tindak lanjuti. Jangan nunggu viral dulu baru ditindak lanjuti. Saya meminta kepada pemda khususnya Disdik, jangan berdiam diri saja. Mari bersama-sama mencarikan solusi terbaik untuk keadaan darurat yang terjadi di SDN 1 Babakan Talang Desa Cibedug, Kecamatan Rongga,” ujarnya.
Pihak sudah mengecek melalui kader di daerah prihal kondisi SDN tersebut saat ini. “Jelas sangat memprihatinkan. Hari pertama masuk sekolah hanya bisa dilaksanakan di lapangan terbuka saja. Disdik seharusnya malu dan berpikir cepat di tengah kesulitan keadaan yang dihadapi,” katanya.
Dedi berharap, semua stakeholder terkait, saling bahu membahu untuk membantu agar proses belajar mengajar dapat terus terlaksana bagi guru dan siswa-siswi di SD Negeri tersebut.
“Misalkan ada bantuan tenda dahulu yang representatif untuk anak-anak belajar. Saya kira itu sangat membantu dari pada belajar di lapangan terbuka yang terkena panas dan hujan secara langsung, tidak baik bagi kesehatan mereka juga,” tegasnya.
Sebagai dewan tepilih periode 2024-2029, Asep Dedi akan fokus pada ketiga fungsinya sebagai Anggota DPRD KBB yakni, menindaklanjuti segala program prioritas yang sudah dan belum teranggarkan oleh pemerintah daerah, dilihat dari bagaimana urgensinya.
“Saya tahu betul anggaran pendidikan Itu sangat besar. Kami di Fraksi PKB akan terus mengawal mulai dari anggaran hingga pengawasannya supaya segalanya tepat sesuai prioritas dan urgensi kondisi di lapangan bukan kepentingan pribadi, dinas atau kelompok saja,” pungkasnya.**

