RAGAM DAERAH– Pimpinan partai politik mulai selektif dalam memberikan penilaian terhadap balonkada yang sudah mengkrucut jelang penetapan calon kepala daerah.
Ketua MPI DPD KNPI KBB, Lili Supriatna menegaskan, bahwa para pimpinan partai politik harus berhati-hati dalam memberikan rekomendasi usungan.
“Kondisi saat ini di KBB, para calon telah memetakan kekuatan mereka. Calon-calon ini diidentifikasi berdasarkan elektoral dan modal yang mereka miliki,” ucapnya.
Partai-partai ingin memastikan bahwa kandidat yang diusungnya memiliki potensi untuk menang dalam Pilkada KBB 2024 dan tidak menghadapi risiko mogok di tengah jalan.
Lili menyoroti perlunya konsultasi dengan DPP masing-masing partai untuk menentukan kandidat yang tepat. “Hal ini lumrah dan wajar karena masyarakat KBB akan menanti siapa pemimpin KBB selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Dia menambahkan, masyarakat akan menilai dari pengalaman dan jam terbang kandidat, termasuk dari parpolnya. ” KBB memiliki jumlah hak pilih yang signifikan, sehingga partai harus berhati-hati dalam membentuk koalisi,” sebutnya.
Tantangan di KBB ke depannya adalah menurunkan angka kemiskinan yang tinggi dan mengatasi pengangguran. “Para pimpinan partai harus hati-hati dalam membentuk kerangka koalisi dan mengusung kandidatnya agar bisa menang di Pilkada KBB 2024,” kata Lili.
Koalisi partai di KBB sekarang sudah intens menyiapkan kerangka koalisi partai dan tidak akan mengulangi kesalahan dari DPP. “Kerangka koalisi ini harus cermat agar jagoannya dapat menang di tingkat kabupaten/kota,” pungkasnya.***

