RAGAM DAERAH– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak mau asal comot dalam mengusung bakal calon kepala daerah (balonkada) KBB yang maju di pilkada 2024.
PKS punya kriteria dalam pengusungan balonkada nanti. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS KBB, Acep Hud Salahudin menyebutkan, selain populeritas dan elektabilitas, PKS juga menerapkan etikabilitas bagi balonkada yang akan diusungnya.
Namun Acep mengku prihatin, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KBB yang masih di bawah angka 70 selama Bandung Barat berdiri. “Berbicara IPM berkaitan dengan kesehatan, juga pendidikan. Informasi terkahir, rata-rata masyarakat KBB baru bisa menyelesaikan sekolah sampai jenjang kelas 7, artinya SMP juga enggak lulus,” katanya dihubungi, Selasa 5 Maret 2024.
Persoalan itu, kata Acep, Bupati Bandung Barat ke depan harus bisa mengejar ketertinggalan masalah IPM. “Ya minamal KBB bisa masuk lima besar di Jawa Barat,” ungkapnya.
Jika tidak ada target, Acep khawatir capaian IPM di KBB tetap rendah, lantaran tidak adanya political will ke arah peningkatan IPM dari pemerintah daerah. Acep juga menyebutkan soal gini ratio KBB di tahun 2017 di angka 0,41. ” Itu bahaya kesenjangannya. Di tahin 2021 masih diangka 0,36, kan idealnya 0,25 kesenjangan sosial jumlah penduduk miskin di KBB,” ungkapnya.
Persoalan yang kompleks di KBB itu, menurut Acep, balaonkada tak hanya sekadar mengandalkan populeritas dan elektabiltas semata, tapi harus mempunyai pengetahuan yang menyangkut perosoalan indikator strategis di KBB.
“Tapi diperlukan juga pendidikan politik di masyarakat agar memahami calon tak hanya sekadar populeritas atau elektabilitas tapi paham soal indikator strategis KBB yang memerlukan perhatian serius,” ungkapnya.
Dalam pengusungan calon kepala daerah, PKS tidak akan hanya mengandalkan populeritas atau kualitas, melainkan juga integritas calon. “Integritas calon juga penting karena kita mau membangun karena di usia KBB yang dewasa ukuran manusia itu harusnya sudah bisa lari, dan kita akan pertegas agar calon punya gagasan apa untuk kemajuan Bandung Barat,” tandasnya. ***

