Beras Rp10.900/Kg, Bisa Dibeli di Pasar yang Dikelola Pemda KBB

RAGAM DAERAH– Penjabat Bupati Bandung Barat, Arsan Latif kembali mendatangi Pasar Tagog Padalarang dalam intervensi operasi pasar pedagang, Sabtu 3 Febuari 2024.

Tepat pukul 11.00 rombongan bupati tiba di dampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ricky Riyadi.

Pj bupati langsung masuk ke dalam pasar memantau perkembangan beras yang mengalami lonjakan.

Diketahui, beras dengan kualitas medium naik dari harga Rp11 ribu menjadi Rp12.500 sampai Rp13.500 per kilo gramnya. Sedangkan beras premium dari Rp14.500 menjadi Rp15.500 per kilo gramnya.

Ditemui wartawan, Arsan mengatakan,  inflasi merupakan amanat undang-undang.
Berdasarkan Undang-Undang 23 Tahun 2014 huruf b, dirinya sebagai pejabat kepala daerah mempunyai kewajiban melaksanakan perundang-undangan.

“Kaitan inflasi berkaitan dengan APBD, sudah beberapa kali surat yang disampaikan Pak Mendagri agar kepala daerah mengambil langkah-langkah strategis” kata Arsan.

Arsan menyebutkan, sesuai Pasal 4 ayat 2 huruf f, Peraturan Pemerintah (PP) 12 Tahun 2019 tentangan pengelolaan keuangan daerah, diberikan kewenangan mengambil tindakan. “Oleh karena itu, saya harus mengambil tndakan agar masyarakat saya bisa merasakan kahadiran pemerintah dengan menyiapkan beras murah,” ujar Arsan.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), kembali meminta bantuan kepada Bulog. “Minggu-minggu ini kita (KBB, red) mendapatkan alokasi beras bersubsidi 100 ton per minggu,” sebut Arsan.

Beras bersubsidi tersebut, masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp10.900 per kilo gram. Sementara harga beras di pasaran sekitar Rp15 ribu. “Selishya Rp14.100 rupiah samakan dengan kita mensubsi masyarakat. Artinya apa? Ini menjadi kewajiban pemda melakukan langkah strategis yang diperlukan masyarakat,” ungkapnya.

Pemda Bandung Barat, akan terus melobi bulog untuk mendapatkan beras bersubsidi berdasarkan permintaan pasar. “Temen-teman penjual minta, Pak kalau bisa tambah 300 ton per minggu, tapi kita akan komunikasi lagi dengan bulog,” katanya.

Dengan langkah itu, orang nomor satu di KBB ini menyebutkan, sebagai bentuk nyata, jika pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti beras.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Ricky Riyadi mengatakan, oprasi pasar hari ini, Sabtu 3 Januari 2024, setelah Pj Bupati mendapat informasi dari pedagang. “Pedagang mengeluhkan sudah beberapa hari ini terjadi lonjakan (beres, red) ini kan tidak bagus,” kata Ricky.

Operasi pasar juga, sebut Ricky, berkaitan dengan evaluasi para penjabat bupati maupun gubernur se-Indonesia oleh Mendagri. “Maka memerintahkan kemarin (Pj Bupati, red) coba tolong di intervensi operasi pasar pedagang. Alhamdulilah walaupun kemarin pemerintah hari ini sudah bisa dilaksanakan kerjasama dengan bulog,” katanya.

Pemda Bandung Barat, akan menyediakan 100 ton beras bersubsidi per minggu yang akan disebar di setiap pasar yang dikelola oleh pemerintah. “Hari 20 ton beras disalurkan sampai Rabu 100 ton beras sudah sampai ke pedagang beras,” katanya.

Operasi pasar ini, diklaim Ricky sebagai bentuk Pemda Bandung Barat dalam mengenalikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), khusus komoditi beras.

“Beras bulog ini diawasi oleh satgas pangan. Jadi harganya juga sudah ada dasarnya. Jadi pedagang tidak boleh menjual beras lebih dari Rp10.900 per kilo gramnya,” ungkapya.

Apabila ada pedagang beras menjual di atas harga bulog, kata Ricky, akan langsung ditangani oleh satgas pangan. “Tolong informasikan kalau ada yang menjual dari harga Rp10.900 biar satgas pangan yang akan turun,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *