RAGAM DAERAH– Jembatan Cipada penghubung tiga desa yakni Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat, Desa Mekarjaya Kecamatan Cikalongwetan dan Desa Campakamekar Kecamatan Padalarang mengalami kerusakan yang ke dua kali 2017 dan 2022.
Jembatan tersebut nyaris terputus akibat pergerakan tanah yang mengakibatkan dingding penahan jembatan mengalami retak-retak.
“Kalau tidak disegerakan khawatir menimpa bangunan rumah di dekatnya juga mengganggu keselamatan pengguna jalan,” ujar, Asep,60, ditemui wartawan di lokasi kejadian, Sabtu 14 Oktober 2023.
Jika jembatan terputus, tentunya akan menggangu aktivitas warga di tiga desa. “Kalau terputus terpaksa harus jalan memutar yang lebih merepotkan karena kondisi jalan rusak dan lebih jauh,” sebut Asep.
Asep meminta segera ada penanganan dari pihak Pemkab Bandung Barat.Â
“Katanya usulan sudah ke kabupaten namun enggak tahu gimana di undur-undur,” tutur Asep.
Pemilik rumah yang letaknya persis berdekatan dengan Jembatan, Neng Dewanti (36) khawatir, jika tiba-tiba longsor. “Kalau hujan turun air jadi pasang,” ucapnya.
Akibat kondisi pondasi jembatan yang mengkhawatirkan, dirinya sudah tidak berani membuka warung dagangannya.
“Sekarang mau buka warung juga takut longsor apalagi tiap hari mobil besar melintas,” keluhnya.
Neng berharap, pemerintah secepat memperbaiki jembatan sebagai salah satu akses utama warga.
“Ini kan jalan utama satu-satunya, kasihan lah yang mau kerja, anak sekolah yang beraktivitas sehari-hari,” katanya.
Ditemui terpisah, Kepala Desa Nyalindung, Oo Setiawan membenarkan dirinya sering menerima keluhan warga terkait persoalan jembatan tersebut bahkan pemerintah desa seringkali disalahkan.
“Warga ke saya seolah-olah demo meminta beberapa kali. Cuma itu kan jembatan berdiri di jalan kabupaten bukan di jalan desa,” ungkapnya.
Oo mengaku, sudah mengajukan dari tahun 2022. “Responnya BPBD esok lusa esok lusa. Padahal itu sangat vital. Kalau terjadi hujan itu pasti ambruk dan otomatis jembatan tersebut jadi putus dampaknya pun perekonomian warga masyarakat dari tiga kecamatan akan ikut terputus,” katanya.
Di Tahun 2023 ini, Oo mengungkapkan, jika belum lama ini dirinya telah melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk perbaikan jembatan.
“Saya harapkan Pak Pj Bupati segera merespon terhadap ajuan masyarakat karena ini bukan hanya sekadar bicara tapi fakta di lapangan yang harus dibantu dan segera ditindaklanjuti oleh pihak kabupaten,” pungkasnya. ***

