RAGAM DAERAH– Pasanggiri Pencak Silat DPD PPSI Kabupaten Bandung Barat dibuka langsung Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan di Lapangan Plasa Mekarsari Ngamprah, Senin 10 Juli 2023.
Pada moment tersebut, Hengky memberikan apresiasi serta penghargaan yang kepada para pesilat, seniman dan budayawan yang hingga saat ini bersama Pemda Kab. Bandung Barat terus berupaya melestarikan dan mengembangkan seni budaya di Kabupaten Bandung Barat.
“Pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia yang dikagumi dunia dan tersebar diseluruh nusantara. Jawa Barat adalah pusat terciptanya berbagai macam aliran dan jurus pencak silat, seperti Cimande, Cikalong, Madi, Kari, Sera Nampon dan lain sebagainya yang mayoritas diantaranya sudah dikuasai oleh sebagian besar paguron dan padepokan pencak silat yang ada di Kab. Bandung Barat,” katanya.
Hengky menjelaskan bahwa salah satu tujuan Pasanggiri ini adalah untuk melahirkan pesilat berkualitas yang handal, tangguh serta menguasai ilmu bela diri atau ijen dengan mengaplikasikan berbagai jurus andalan hasil latihan selama para para pesilat belajar di paguron dan padepokan terutama seni ibingan dan tarian.
Melihat tingginya antusias masyarakat pada pasanggiri tersebut, Hengky mengutarakan rasa bangganya karena ternyata masih banyak masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang ingin dan peduli untuk melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia ini.
Sebagai informasi, Pasanggiri pencak silat DPD PPSI KBB diikuti oleh 16 DPC PPSI Kecamatan se – Kabupaten Bandung Barat untuk memperebutkan piala Bupati Bandung Barat serta dihadiri langsung oleh Bapak Pencak Silat Dunia, Mayjen TNI (Purn) Eddy Marzuki Nalapraya dan Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat, Galih Santika Fadilakusumah.
Sementara itu, Ketua PPSI KBB, Masri Ers Mardjuki mengatakan, pemenang dalam pasanggiri pencak silat akan mengikuti pasang giri tinggkat Jawa Barat awal Agustus ini. “Kemungkinan kontingen KBB ada 100 yang akan mengikuti Pasanggiri di Kota Banjar nanti,” kata Masri.
Pasanggiri Pencak silat diikuti 800 peserta kategori umur anak, ramaja dan dewasa. Juga ketegori rampak, tinggal juga ijen dan anak usia dini.
“Pasanggiri ini sebagai upaya ngamumule budaya Sunda dan saya melihat paguron di KBB ada 480 paguron silat sangat antusias mengikuti pasanggiri ini,” kata Masri.
Pihaknya berharap ada keterlibatan Pemda Bandung Barat untuk mensukseskan program kerja pemerintah daerah melalui program ketertiban dan keamanan masyarakat (kantibmas) di tiap wilayah. “Kami juga di PPSI mempunyai bidang ekonomo, sosial dan budaya yang bisa diperdayakan oleh pemerintahan,” pungkasnya. ***

