Kepala BNNK Ungkap Modus Baru Peredaran Narkoba di KBB Lewat Japrem

RAGAM DAERAH– Ada modus baru pelaku peredaran narkoba. Para sindikat untuk memperkuat jaringan peredaran narkoba menggalang kekuatan di masyarakat.

“Penggalangan itu mulanya dengan memberikan uang japrem (jatah preman). Mereka minta ijin usaha, supaya leluasa usahanya tidak diganggu,” ujarnya, Kepala BNNK Bandung Barat, M. Yulian, disela-sela peringatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) tingkat KBB, tahun 2023 di Ballroom Gedung B, Komplek Perkantoran KBB-Ngamprah, Senin 26 Juli 2023.

Jenis narkoba yang diedarkan berupa obat keras terbatas seperti tramadol atau heximer. Sasarannya kalangan pelajar dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp10.000-Rp20.000/ paket.

“Modus mereka cukup rapih dan apabila masyarakat tidak peka, bakal kecolongan,” kata M Yulian.

Modus serupa pernah terjadi di salah satu desa di KBB. Para sindikat narkoba ini mendekati warga dengan iming-iming uang.

Beruntung warga sekitar peka dan segera lapor BNN sehingga peredaran narkoba bisa dicegah. “Sayang para pelakunya kabur sebelum digerebek.Oleh sebab itu, saya minta kepada masyarakat waspada apabila ada orang tidak kenal, lalu bermanis- manis dan mengiming-imingi uang minta ijin usaha. Lebih baik cuekin saja. Kalau sudah terlanjur dan mencurigakan segera lapor ke BNN,” ucapnya.

Pada peringatan HANI kali inipun, Yulian mengingatkan kembali agar masyarakat KBB tidak terjebak dengan modus para mafia narkoba ini.

Terutama menyangkut ijin usaha, masyarakat harus betul-betul jeli. Jika mereka mengatakan sedang berusa di lingkungan itu, maka sebisa mungkin melakukan pengecekan usahanya bergerak di bidang apa.

“Atau terapkan saja aturan pemerintah setempat, tamu wajib lapor 1 x 24 jam. Saya kira itu juga bisa jadi antisipasi biar para sindikat tidak leluasa masuk daerah,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, kondisi kekinian wilayah KBB tidak terlepas dari ancaman narkoba. Menurutnya, tidak ada satu daerahpun yang bisa clear dengan persoalan narkoba.

Semuanya tinggal dikembalikan pada masyarakat jika ingin bebas dari narkoba, maka harus berjuang bersama untuk memeranginya.

“Kami juga berupaya dengan deteksi dini pada sekolah, masyarakat dan kegiatan random tes urine. Dan apabila ditemukan anggota keluarganya yang sudah kecanduan narkotika, segera bawa ke kami untuk direhabilitasi. Gratis,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *