RAGAM DAERAH–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat korban keracunan, pascamenyantap nasi boks pada kegiatan pengajian dalam peringatan Isra Miraj di Masjid As Saniyah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Sabtu (11/2/2023) malam berjumlah 90 orang. Dua orang diantaranya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Cililin.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, dr. Hernawan Widjayanto menyebutkan, hingga kini korban yang masih dirawat di RSUD Cililin tinggal 6 orang dan di Puskesmas DTP Gununghalu 2 orang.
Sedangkan korban yang sembuh dan rawat jalan sebanyak 82 orang.
“Alhamdulillah, dari 90 total yang mengalami keracunan tinggal 8 orang dan meninggal 2 orang. Yang lainnya, sudah sembuh dan ada juga yang rawat jalan,” ujarnya, saat ditemui di Ngamprah, Kamis (16/2/2013).
Ia menyebut, keracunan di Gununghalu ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) di wilayah KBB. Maka, segala pembiayaan untuk penanganan para korban menjadi tanggungjawab pemerintah.
Keracunan massal ini pun terbilang baru terjadi sepanjang beberapa tahun terakhir. “Pernah juga terjadi, saya lupa tahunnya, 20 orang di Gununghalu keracunan makanan dari jajanan cilok. Tapi gejalanya masih ringan, sehingga bukan KLB,” ungkap Hernawan.
Sementara, terkait penyebab keracunan tersebut, Hernawan belum bisa memastikan lantaran hasil laboratorium dari sample makanan itu belum keluar.
Biasanya hasil lab, seminggu kemudian keluar setelah sample-nya masuk.
Menurutnya, secara umum keracunan makanan karena bakteri, bisa dari bahan dasar makanannya, cara pengolahan, bahkan tempat penyimpanannya dan lain-lain.
Oleh karena itu, ia berpesan jika masyarakat harus hati-hati ketika mau menyelenggarakan even besar dengan menyediakan makanan.
Untuk antisipasinya, masyarakat bisa berkonsultasi dengan puskesmas setempat, sebelum menggelar acara besar-besaran.
“Puskesmas bisa memberikan bimbingan di dalam pengolahan makanan. Kita ada kegiatan rutin pelatihan sama catering, yang menjadi program kita,” ungkapnya. ***

