RAGAM DAERAH– Anggota Komisi III DPRD KBB, Hilman angkat bicara terkait jembatan Tajim yang belum diresmikan namun proyek pembangunan jembatan tajim yang menghubungkan Kecamatan Sindangkerta dengan Kecamatan Gununghalu mengalami keretak di bagian tembok penahan tanah (TPT).
Salaku dewan asal daerah pemilihan Gununghalu, Hilman nyesalkan proyek tersebut digarap tidak maksimal oleh pihak kontraktor.
Hilman khawatirken, kalau tidak segara diperbaiki bakal nyebabken kacelakaan lantaran sering dilintasi ole kendaraan jenis truk dan lain sebagainya.
“Pada intinya kami dewan sudah maksimal melakukan pengawasan. Ya terus terang saja saya kecewa dengan kejadian itu,” kata politisi PPP ini dihubungi via telepon, Rabu 9 November 2022.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Doni TP Hutajalu mengatakan, kontraktor bersama Dinas PUTR langsung merancang ulang rencana perbaikan TPT tersebut dengan membangun dulu jalur air atau drainase agar tanah di area jembatan tidak terkena limpasan air.
“Kami akan pertama mengerjakan drainasenya. Penyebab itu gak stabilkan karena drainase belum selesai dikerjakan. Kalau drainasenya selesai dikerjakan air mengalir tidak membuat tanah itu gembur labil. Baru kami akan kerjakan kembali updragetan itu buat jembatan,” kata Doni.
Proyek pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari proyek pembangunan jalan wilayah selatan Bandung Barat sepanjang Kecamatan Cihampelas sampai Kecamatan Gununghalu perbatasan Kabupaten Cianjur dengan pinjaman anggaran melalui PT SMI.
Pembangunan jalan tersebut sudah berjalan selama 8 bulan. Selama 8 bulan itu, kontraktor sempat menemui beberapa kendala lantaran lapisan tanah di area jembatan itu bukanlah lapisan tanah yang solid.
“Lapisan tanahnya ada batu besar, kerikil yang bertumpuk dengan dilapisi tanah. Jadi tidak solid. Akhirnya kami lakukan bor pile dengan kwalitas yang lebih baik. Sehingga ada 20 bor pile dengann 10 bor pile yang saling bersebrangan untuk membangun jembatan Tajim,” jelasnya.
Meski menemui beberapa masalah konstruksi, Doni optimis progres pembangunan jembatan tersebut rampung sesuai target yang ditentukan sebelumnya.
“Masih ada waktu 30 hari lagi kira-kira. Nah, dalam 30 hari itu kami berharap tanahnya lebih stabil. Jadi rencana kami tanggal 5 Desember, Pak Bupati akan melakukan peresmian di jembatan Tajim,” tutupnya. ***

