Gelombang Protes Warga Rusaknya Jalan Cikalongwetan-Cipendeuy Terus Berlanjut

RAGAM DAERAH–Gelombang protes masyarakat akibat rusaknya Jalan Provinsi Jawa Barat, Cikalongwetan-Cipendeuy terus berlanjut.

Kali ini gelombang protes datang dari tokoh Pemuda Cikalongwetan sekaligus pengurus DPD KNPI Jawa Barat, Doni Ramlan Efendi.

<strong><em>Tokoh Pemuda Cikalongwetan sekaligus pengurus DPD KNPI Jawa Barat, Doni Ramlan Efendi. Kondisi Jalan Cikalongwetan-Cipendeuy rusak parah ditanami pohon pisang oleh warga. Ft istimewa<br></em></strong>

Menurut Doni, rusaknya jalan itu diduga lantaran banyaknya kendaaraan berat proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), PT Kwangdut dan PT Hilon mondar mandir. “Tentu pihak perusahaan harus ikut bertanggung jawab,” kata Doni.

Doni menyebutkan, sistem drainase yang sangat buruk memperparah kondisi jalan.  “Adapun pengerjaan paling hanya tambal sulam tanpa ada penyelesaian secara maksimal, sebelum ada pekerjaan harus ada kajian dan analisis karena sebagus apapun kwalitas hotmix kalau sistem drainase tidak di perbaiki tetap akan hancur dan usia jalan tidak akan lama ,” jelas Doni.

Perusahaan tersebut, ungkap Doni, sudah belasan tahun berada di Cikalongwetan dan menggunakan jalan tersebut tanpa ada pertanggung jawaban terhadap lingkungan khususnya jalan yang digunakan. “Perusahaan-perusahaan tersebut inten menggunakan jalan  di tambah lagi proyek KCIC ( crec ). Kalau kita lihat secara objektif harusnya anggota DPRD dapilnya lebih agresif melakukan push dan pull terhadap pihak perusahaan maupun pemrintahan provinsi,” katanya. 

Doni mendesak perusahaan belasan tahun berada di Cikalongwetan yang sering menggunakan jalan tersebut, segera merealisasikan program CSR. “CSR sifatnya wajib ada pertanggung jawaban terhadap lingkungan khususnya jalan yang digunakan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, warga sekitar terpaksa menanami pohon pisan di sepanjang jalan yang rusak tersebut sebagai protes warga. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *