Anggota DPRD Jabar Minta Kepala Daerah dan Dinas Kompak

RAGAM DAERAH–Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Edi Rusyandi memaknai, momentum hari jadi ke-15 Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai rasa syukur atas terwujudnya KBB sebagai daerah yang mandiri tak terlepas atas jasa-jasa para pejuang pemekaran KBB.

Selain bersyukur, Politisi Partai Golkar ini, memaknai hari jadi KBB sebagai salah satu momentum untuk refleksi dan evaluasi atas perjalanan pemekaran.

Apakah sudah ada kemajuan dan pencapaian yang diraih? Tentu saja masih banyak ‘pekerjaan rumah’ yang harus dituntaskan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita pemekaran.

“KBB yang lebih baik tentu saja menjadi harapan seluruh warga. Lebih Baik pelayanan pemerintahannya, pembangunan infrasturktunya lebih baik dan juga ekonomi dan kesejahteraan warganya lebih baik. Tolak ukur kemajuan pembagunan daerah itu terutama pada bidang kesehatan dan pendidikan,” sebut Edi belum lama ini.

Prasyarat penting agar KBB lebih baik, tutur Edi, adanya komitmen kebersamaan seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, kalangan akademisi dan media.

“Tidak cukup pemerintah tapi butuh sinergi, kebersamaan dan gotong royong antar aktor dalam mendukung agenda-agenda pembangunan daerah,” ungkapnya. 

Kebersamaan antarinstansi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin oleh kepala daerah, kata Edi, juga penting. “Ini harus menjadi catatan. Jangan sampai antardinas dan badan tumpang tindih, tidak sinkron satu sama lain dalam melaksanakan visi dan misi pembangunan daerah,” sebutnya. 

Kepala daerah, lanjut Edi, harus mampu menjadi dirigen kebersamaan antarunit organisasi atau dinas, masing masing pimpinan dinas mengorganisir para stafnya, sehingga pemerintahan berjalan epekif dan efisien mewujudukan agenda pembangunan.

“Kalau kepala daerah dan antardinasnya “sewang sewangan”, mana mungkin masyarakat akan menyatukan diri dalam kebersamaan.

Segala keterbatasan akan teratasi, jika kebersamaan terjalin dengan baik,” tuturnya. 

Jika kebersamaan ini terjalin dengan baik, Edi menyebutkan, KBB akan lebih kuat secara ekonomi  sebagaimana tema hari jadi ke 15 ini.

“Karena itu butuh langkah nyata, bukan sekadar tema. Pemerintah daerah jangan menciptakan sekat sendiri, jangan mengkotak-kotakan kekuatan sosial politik masyarakat. Tapi harus pro aktif merajut kebersamaan antarlini.

” Agar KBB lebih baik dibutuhkan akselerasi pembangunan. Kunci untuk akselerasi pembangunan harus kaya dengan inovasi. Jangan kitu-kitu wae dari waktu ke waktu alias monoton,” ungkapnya.

Agar tidak ketinggalan dengan daerah lainnya inovasi pada semua sektor, baik pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan. Ini harus dilakukan pada setiap OPD untuk percepatan dan peningkatan kualitas kinerja.

“Iklim inovasi harus diciptakan antarlini dinas secara bertahap antar dinas,  antar kecamatan, desa, rumah sakit dan puskesmas. Semua bersaing melakukan inovasi yang muaranya pelayanan yang lebih baik dan kesejahteraan warga yang lebih baik pula,” pungkas
Wakil Ketua Gerakan Pemuda Pemuda Ansor Jawa Barat ini. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *