PADALARANG– Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan kembali menerima sertifikat bidang tanah aset Pemda Bandung Barat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Prosesi penyerahan sertifikat langsung di Kantor BPN KBB pada, Jumat (31/12/2021).
Hengky mengakui, masih banyaknya lahan Pemda yang belum bersertifikat menjadi pekerjaan rumah pihaknya. Padahal sesuai dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), aset lahan Pemda tersebut harus sudah disertifikatkan seluruhnya. “Banyak kendala yang dihadapai dalam penyertifikatan aset lahan Pemda. Di antaranya soal anggaran, kurangnya dokumen atas hak tanah, khususnya lahan pelimpahan aset dari Kabupaten Bandung, dan yang lainnya. Tapi prinsipnya kami berupaya agar lahan aset Pemda mempunyai legalitas kuat,” tuturnya, Sabtu (1/1/2022).
Berdasarkan catatan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), KBB, total aset lahan Pemda KBB seluruhnya mencapai 1.749 bidang. Namun dari jumlah itu hingga Desember 2020, baru 57 bidang yang tersertifikat sementara sisanya sebanyak 1.692 bidang belum.
Kepala BKAD KBB, Agustina Piryanti menyebutkan, setiap tahunnya Pemda KBB terus berupaya menyertifikatkan lahan yang menjadi aset daerah. Secara bertahap, sertifikasi lahan Pemda tersebut dicicil diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Kami terus bertahap mengajukan sertifikasi lahan Pemda karena bidangnya banyak. Semoga tahun 2022 akan lebih banyak lagi lahan aset Pemda yang sudah bersertifikat,” ucapnya, Sabtu (1/1/2022).
Menurutnya, untuk tahun ini jumlah pengajuan ke pihak BPN ada 724 berkas bidang dengan progres pengukuran tanah 714 bidang, progres penetapan peta 454 bidang, progres pengajuan SK hak pakai 530 bidang. Kemudian sertifikat yang sudah terbit 188 dengan 264 bidang.
Selain itu, BPN KBB juga telah menyerahkan 65 sertifikat untuk 139 bidang lahan aset Pemda. Rinciannya Alun-alun Cililin 1 sertifikat dengan hanya 1 bidang, kemudian sekolah/ sarana pendidikan 18 sertifikat untuk 18 bidang dan lahan perkantoran KBB 46 sertifikat dengan 120 bidang. ***

