
NGAMPRAH– Sejumlah kader Golkar Bandung Barat nampaknya bakal mendatangi Mahkamah Partai Golkar (MPG). Mereka akan mempertanyakan soal putusan gugatan yang dilayangkan kubu Dadan Supardan. Pasalnya, sudah sembilan bulan, belum ada putusan dari MPG.
Pengurus AMPI KBB, Endang Suganda mendesak MPG untuk segera mengeluarkan keputusan tentang gugatan itu. “Kalau perlu kita datang secara bersama menghadap MPG untuk menanyakan progres peradilan perkara Partai Golkar KBB,” ujarnya.
Sambil menunggu keputusan MPG tersebut, ia meminta kader-kader Golkar tetap solid dan tidak terpengaruh isu-isu yang dinilainya murahan.
Pengurus Desa (PD) Golkar Desa Padalarang, Uun berpendapat agar semuanya bisa berpikir jernih menghadapi kondisi Golar saat ini.
“Sudah bukan waktunya mempersoalkan perbedaan akibat dari suksesi pemilihan Katua DPD Partai Golkar KBB. Sekarang kita harus berpikir jernih untuk mempersiapkan strategi baru untuk mengejar ketertinggalan,” tegasnya.
Sejumlah Kader Golkar KBB menyatakan prihatin dengan kondisi tersebut. Mereka mengkhawatirkan kondisi Golkar Bandung Barat bakal terpuruk apabila konflik internal dibiarkan berlarut-larut.
Deniswara, Kader Golkar KBB mengungkapkan, keprihatinan dan kekhawatiran para kader Golkar KBB saat diskusi antarkader di Sekretariat Golkar KBB, Padalarang, pekan lalu.
Forum tersebut membahas tentang Hastage Save Partai Golkar yang digulirkan dirinya serta Ketua PDK Kosgoro 57 KBB, Ranran Raharja.
“Ini sebagai bentuk keprihatinan akibat kevakuman Kader Golkar pasca Musda IV Partai Golkar KBB. Kami berharap ke sampingkan persoalan Musda itu, dan mari bangun komunikasi lagi,” ujar Ketua MPC Pemuda Pancasila KBB ini, melalui pres rilis, Rabu (2/5/2021).
Keprihatinan itupun disampaikan sejumlah Kader Golkar lainnya, seperti Apud, tokoh senior Partai Golkar KBB dari Kecamatan Cisarua.
Apud menyesalkan, jika kondisi Golkar dibiarkan begitu saja lama-lama partai berlambang beringin ini hancur. Padahal, saat ini yang dihadapi partai adalah persiapan Pemilu 2024.
Apud meminta agar para kader Golkar tetap kompak apapun keputusan Mahkamah Partai Golkar (MPG).
“Gugatan di MPG, biarkanlah peradilan itu berproses, apapun keputusanya harus kita hormati dan sebagai kader harus tetap kompak dan tetap bergerak melakukan konsolidasi tidak perlu ada kubu- kubuan,” tegasnya. ***
