KPK tetapkan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa sebagai tersangka. ft istimewa
NGAMPRAH– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan dua tersangka lainnya kasus dugaan pengadaan bantuan sosial Covid-19 pada Dinas Sosial di Kabupaten Bandung Barat.
Dua tersangka yang baru ditahan itu antara lain Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan anaknya, Andri Wibawa.
Sebelum mereka, KPK telah menahan satu tersangka dari pihak swasta yakni M. Totoh Gunawan. Totoh ditahan sejak 1 April 2021.
Aa Umbara baru memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Begitu juga anaknya, Andri Wibawa.
Pada panggilan pertama, yakni 1 April 2021, Aa Umbara tidak memenuhi panggilan dengan alasan sakit. Demikian juga Andri Wibawa.
Aa Umbara Sutisna, Andri Wibawa, dan M. Totoh Gunawan telah dinyatakan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bantuan sosial pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat.
Totoh Gunawan telah ditahan sesaat setelah statusnya ditetapkan pada 1 April 2021. Sedangkan Aa Umbara dan Andri Wibawa mangkir dengan alasan sakit.
Dalam penyidikan kasus itu, KPK pada Kamis (8/4) juga telah menggeledah lima lokasi yang berada di Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, yaitu rumah kediaman dari Totoh dan pihak-pihak yang diduga mengetahui kasus.
Dalam penyidikan kasus itu, KPK pada Kamis (8/4) juga telah menggeledah lima lokasi yang berada di Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, yaitu rumah kediaman dari Totoh dan pihak-pihak yang diduga mengetahui kasus.
Dari lima lokasi ditemukan dan diamankan berbagai bukti diantaranya dokumen yang diduga terkait dengan kasus.
“Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisa untuk segera diajukan penyitaannya guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud,” ucap Fikri.
Dari pengadaan itu KPK menduga Umbara telah menerima uang sejumlah sekitar Rp1 miliar. Sedangkan Totoh diduga telah menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2 milliar dan Wibawa juga diduga menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp2,7 miliar. ****
