Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna saat membuka program Z-Mart di Kecamatan Cipatat baru-baru ini. Ft istimewa
NGAMPRAH– Bazanas KBB menggulirkan peogram Z-Mart. Ada 25 titik dari terget 50 titik di tiga Kecamatan sebagai program pemerdayaan ekonomi masyarakat. Tiga kecamata yakni Ngamprah, Padalarang, dan Cipatat.
“Betuknya memang warung kecil tapi manajemennya semi modern seperti mini market,” ujar Ketua Bazanas KBB, Hilman Farid, Jumat (5/3/2021).
Penampilan Z-Mart berbeda dengan warung biasa. Pembeli bisa masuk layaknya belanja di mini market. “Kami prioritaskan yang terdekat dulu karena belanjanya mesti ke distribusi senter yang ditunjuk oleh Baznasdi Padalarang. Semua harus belanja ke sana,” kata Hilman.
Hilman menjelaskan, Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam upaya meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha ritel mikro untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban.
Tujuannya mempertahankan eksistensi dan meningkatkan kapasitas warung ritel mikro sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah persaingan pasar ritel modern.
Juga peningkatkan pendapatan mustahik sasaran melalui penambahan modal, perbaikan manajemen usaha, dan penguatan branding, meningkatkan etos kerja dan keterampilan mustahik dalam pengelolaan usaha ritel, dan engatasi kemiskinan khususnya di wilayah perkotaan.
“Z-mart point adalah usaha perdagangan ritel dengan skala usaha yang masih kecil dan dikelola secara tradisional, baik dari sisi pengadaan barang, manajemen keuangan, operasional, pembelian hingga pemasaran. Bentuk Z-Mart Point berupa warung kecil / kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari,” jelasnya
Devisi Pendistribusian dan Pemerdayaan Baznas KBB, Ridwan Tanjung mengatakan, pemberian bantuan dan aktivitas pendampingan di dalam program Z-Mart point yaitu renovasi warung & pemasangan Branding Z-Mart, bantuan peralatan warung berupa rak-rak display produk, bantuan hibah modal usaha untuk pengadaan & diversifikasi produk dan nstalasi sistem IT Zmart (aplikasi smartphone, sistem kasir, pelaporan usaha online & real time)
Integrasi suplai produk Zmart point dengan Zmart Wholesale atau Distribution Center (DC) Zmart, kemitraan dengan pembayaran non tunai (Laku Pandai/PPOB), sinergi dengan program sosial pemerintah (BPNT, PKH, bantuan sosial, dll), pelatihan teknis dan manajemen ritel modern (keuangan, operasional, promosi, dan penjualan). Program pengembangan spiritual dan sosial meliputi agama, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, pendampingan berkelanjutan demi mencapai kemandirian mustahik
“Alhamdulillah di Kabupaten Bandung Barat sudah berdiri 25 Warung Zmart yang tersebar di 15 desa 4 kecamatan yakni (Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cisarua) pada tahap pertama dan 6 bulan kedepan ada penambahan 25 Warung Zmart sehingga total ada 50 Warung zmart,” tuturnya.
Sesuai dengan kesepakatan dengan LPEM Pusat,yang menargetkan di 50 warung Saudagar di Kabupaten Bandung Barat ada warung Zmart
Program Z-Mart yang sekarang berjalan adalah program kerjasama Antara BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi JAwa Barat dan BAZNAS Kabupaten Bandung Barat.
Penguatan modal sebesar Rp 6 juta. Pemberian modal ini digunakan untuk pembelian produk usaha dan saldo laku pandai (PPOB), dari BAZNAS Pusat dan Kabupaten. “Branding, renovasi tempat usaha, dan peralatan usaha (single rak, double rak, & papan nama zmart) senilai Rp 4 juta dari BAZNAS pusat dan kabupaten,” pungkasnya.
Yani Penerima Manfaat warga Kp. Cibacang, Ds. Cipendeuy Kec. Padalarang, KBB mengaku bersyukur mendapat program Zmart dari Baznas. “Alhamdulilah. Terima kasih kepada Baznas atas bantuan ini sangat membantu sekali di tengah kesulitan modal,” tuturnya.
Sementara itu, launching program Zmart dibuka langsung oleh Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.
Bupati menyebutkan, jika progam itu sebagai upaya pemerdayaan ekonomi masyarakat di tengah pendemi COVID-19.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Bagja Setiawan dan unsur pemerintahan setempat. ***
