Lomba tepat guna tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB) 2020. ft istimewa
NGAMPRAH— Sebanyak 11 Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) mengikuti lomba tepat guna tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB) 2020 baru-baru ini.
Kegiatan itu dua posyantek desa dan delapan posyantek antardesa atau posyantek kecamatan. Lomba dan evaluasi kegiatan TTG yang dilaksanakan di Hotel Panorama dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung Barat Wandiana, SH., MM.
Wandi mengatakan, kegiatan itu bertujuan agar para pelaku TTG di Kab. Bandung Barat ikut andil dalam rangka pemulihan perekonomian desa pascapandemi Covid-19.
“Juga pri aktif bekerjasama dengan BUMDes atau BUMDes bersama mendorong dan memfasilitasi para pelaku usaha ekonomi masyarakat atau UKM di wilayah desanya masing-masing agar tercipta berbagai Produk Unggulan Desa (PRUDES) ataupun Produk Unggulan Kawasan Pedesaaan (PRUKADES),” kata Wandi dalam rilisnya diterima redaksi ragam daerah, Kamis (31/12/2020).
Wandi mengatakan, melalui pemanfaatan TTG yang sederhana dan terjangkau oleh masyarakat di tengah lesunya perekonomian saat ini, hanya UKM yang akan terus bertahan. “Karena dibuat, dijual dan dibeli atau dikonsumsi oleh masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.
Lomba TTG adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang dilaksanakan selain pelaksanaan lomba juga sebagai ajang komunikasi dan menunjukkan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi yang inovatif dan mudah di dapat, ramah lingkungan, dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dilapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kerjasama dan Pengelolaan Potensi Desa, Deni Achmad AR, SSTP menyatakan, bahwa lomba ini juga ditujukan untuk mengevaluasi kegiatan posyantek dalam menggali potensi yang ada di desa. “Sehingga alat-alat yang dilombakan memiliki manfaat bagi masyarakat sekitarnya,” sebutnya.
Bahkan, lanjut Deni, beberapa alat tersebut memiliki nilai jual yang jika dibandingkan dengan harga pasar akan lebih terjangkau. Selain itu juga berharap teknologi yang dibuat mampu meningkatkan produktifitas dan mengembangankan usaha ekonomi masyarakat yang nantinya mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa.
Adapun 11 Inovasi yang dilombakan adalah alternatif pengganti media tanam dari enceng gondok, lesem 2.1 (Alat Penyemprotan Desinfektan Otomatis), alat pengangkat pipa (mengangkat pipa yang patah di dalam tanah), kompor uap air, washtafel, tungku barner oli bekas tenaga uap air, SIPP (alat pembangkit listrik), tungku lipat portable, sisris 3.1 (pembantu pencacah umbi untuk makanan ringan), mesin pengupas kentang tenaga air, komposter. (adv)
