Waduh..!!! Kader PKK Diduga Kampanye Paslon 01, Ada Bingkisan Kerudung, Stiker Juga Uang Rp 100 Ribu

Tim Advokasi BEDAS saat mendampingi pelapor soal temuan dugaan pelanggaran kampanye kader PKK di Bawaslu Kab. Bandung. ft istimewa.

SOREANG— Pelanggaran di pilkada Kab. Bandung 9 Desember terus mencuat. Salah satunya adalah temuan bingkisan kerudung dan stiker paslon nomor 1 yang dilengkapi dengan pemberian uang Rp 100 ribu kepada kader PKK.

Tim Advokasi BEDAS (TAB) mendampingi pelapor dan saksi, melakukan klarifikasi ke Bawaslu terkait laporan adanya dugaan ketidak netralan unsur PKK dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung 9 Desember 2020 pada, Senin (1/12/2020).

Keterangan pelapor, dugaan itu terjadi di Kp. Rancamanyar RT 01/11 Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kab. Bandung dalam acara Sosialisasi PKK pada tanggal 18 November 2020.

Unsur PKK diduga melakukan kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 01.

“Hari ini (kemarin Senin (1/12/2020) kita mendampingi pelapor dan saksi untuk klarifikasi terkait kasus PKK Kabupaten Bandung Pokja 3 yang ada di Pangalengan berkampanye calon nomor 1 Nia – Usman,” ujar Ketua TAB Dadi Wardiman kepada wartawan.

Selain kampanye, kader PKK tersebut memberikan bingkisan kerudung yang ada stikernya dan uang Rp 100 ribu. “Ini jelas masuk dalam unsur money politik. Buktinya jelas terekam video dan foto,” kata Dadi.

Dalam video, kata Dadi, menjadi bukti laporan juga sempat viral di media sosial minggu lalu. Dimana salah satu kader PKK dengan lantang mengkampanyekan dengan bahasa Sunda di hadapan kader PKK dan kader Pos KB berisi:

“Urang mah ulah ngasosialisasikeun calon batur, anu hiji we Teh Nia sareng Pak Usman. Jelaskeun ka warga teh saha ari Bu Nia teh nya eta bojo na Pak Dadang Naser bupati anu ayena nuju manggung.

Dugikeun oge ayena pembangunan naon wae anu tos karaos ku warga, naha teu karaos kitu, sangkilang jalan sakitu lalecirna, BLT, PUSKESOS, PKH, ADD, ADPD ayena di desa teras terasan pembangunan, aria nu sanes mah erek bade bari cang tangtu, bari tinggali saha ari pendamping-pendamping na pangalaman te di pemerintahan, ulah ukur resep ieu teh jang pamingpin lima tahun kapayun”. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *