PADALARANG– Ada yang berbeda dilakukan Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam peringatan ke-22 hari jadi PKB.
Ya, rombongan DPC yang dipimpin Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi, menziarahi 44 makam para auliya dan ulama se-Kab. Bandung Barat di 22 lokasi pemakaman.
“Kegiatan ini untuk tetap menjaga tradisi kaum Nahdliyin,” ujar Ketua DPC PKB KBB, Asep Dedi, Kamis (17/7/2020).
Menurut Dedi, kegiatan itu sebagai bentuk rasa syukur atas hari lahirannya PKB, juga sebagai penghormatan besarnya jasa perjuangan para auliya dan ulama pendahulu.
“Ini rangkaian tasyakuran kita dalam mensyukuri berkah dari gusti Allah SWT atas hari kelahiran PKB pada 23 Juli 1998 yang dideklarasikan oleh para ulama Nahdlatul Ulama untuk mewadahi siyasahnya kaum nahdliyin,” ujarnya.
Konsistensi kegiatan peringatan harlah PKB yang digagas oleh DPC PKB Bandung Barat ini memang “out of the box”. Sebelumnya Ketua DPC PKB ini mengapresiasi dan menindak lanjuti kegiatan “Gunung Halu Voice” yaitu sebuah ajang pencarian bakat kaum milenial dalam bidang tarik suara di wilayah selatan KBB.
“Kami di DPC PKB KBB menjamin adanya politik kehadiran untuk bersinergi, mendengar dan melihat langsung keadaan kebutuhan seluruh elemen masyarakat setiap harinya, dan bukan politik lima tahunan yang hadir hanya untuk meminta suara pada kegiatan pertarungan politik saja,” tegasnya.
Tak hanya itu, banyak kegiatan lainnya yang telah disiapkan tim DPC PKB KBB untuk aksi melayani Indonesia dalam peringatan harlah PKB ke-22 yang puncaknya akan dilaksanakan di Kantor Sekretariat DPC PKB Kabupaten Bandung Barat 25 Juli 2020.
“Tema kita adalah aksi melayani Indonesia. Dalam hal ini kami memanifestasikan bagaimana mencintai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI yang di dalamnya jelas tanggung jawab dan hak kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesama manusia dan alam di bumi pertiwi kita,” lanjutnya.
Dalam rangkaian ziarah kubur, DPC PKB KBB meminta izin serta doa restu terlebih dahulu kepada keluarga turunan langsung para auliya atau ulama. Pada kesempatan itu juga memberi santunan kepada penjaga makam atau kuncen untuk menghormati dan mendengar pendidikan sejarahnya langsung.
“Silaturahmi yang kami jaga dan jalin dengan para kasepuhan, baik itu para keturunan langsung ataupun orang yang diberi amanat menjaga makam harus sinergi. Kami ingin menjaga keberkahan atas banyaknya situs makam keramat yang berada di Kabupaten Bandung Barat secara nyata,” pungkasnya. ***
2020-07-17

