SOREANG– Partai Nasdem Kab. Bandung siap berkompetisi dan berkoalisi dengan partai yang punya sikap kokoh melakukan perubahan konstitusional mengakhiri kepemimpinan dalam kekuasaan satu keluarga. Demikiam dikatakan Ketua DPD Nasdem Kab. Bandung, Agus Yasmin kepada redaksi, Rabu (1/7/2020).
Menurut Agus Yasmin, kepemimpinan dinasti kurang elok bagi demokrasi. Hal itu menyebabkan, kejenuhan dan lambatnya proses percepatan pembangunan dan dugaan banyak kebocoron anggaran dalam APBD. “Itu sangat dimungkinkan mengingat tidak ada kontrol yang berbeda selama 20 tahun terahir,” katanya.
Jika 9 Des 2020 tetap dalam kendali satu keluarga, sebut Agus Yasmin, maka kurang lebih, APBD Kab. Bandung sebesar Rp 80 triliun dikendalikan dari satu ‘meja makan’ dalam satu rumah. “Bayangkan kemungkinan-kemungkinan penyimpangan itu tidak bida terhindarkan dari tak sehat dan logika terbuka haruskan masyarakat gunakan dalam memilih tanggal 9 Desember 2020?,” tanya Agus Yasmin.
Bentuk mobilisasi dan upaya penetrasi terhadap tokoh, elemen masyarakat, kata Agus Yasmin, sudah nampak tapi malah semakin kuat melakukan perlawan secara konstitusional. “Saat kita kita sedang melakukan pembicaraan serius mudah- mudah kita dapat mitra koalisi yang kokoh dan paham bahwa perjuangan dengan sikap revolusioner dibutuhkan di Pilkada Kab. Bandung,” tandasnya. ***
2020-07-01

