Makin “Mesra”, Duet DS- Sahrul Gunawan Menguat

SOREANG– Dadang Supriatna mulai terbuka siapa bakal calon pendapingnya yang pas maju di pilkada Kabupaten Bandung.

Ya dia mulai terbuka terkait kedekatannya dengan artis sekaligus kader Partai NAsDem yang digadang-gadang menjadi bakal calon Bupati Bandung, Sahrul Gunawan. 

Anggota DPRD Jawa Barat yang juga menjadi bakal calon bupati Bandung dari Partai Golkar itu mulai semakin menjadi buah bibir masyarakat Kabupaten Bandung. Pasalya, video rekaman bersama Sahrul ramai tersebar di aplikasi media sosial masyarakat Kabupaten Bandung. 

Dalam video berdurasi cukup singkat atau 37 detik itu, Sahrul bahkan terang-terangan menyatakan kesiapannya mendampingi Kang DS, sapaan akrabnya untuk maju pada kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Sharul bahkan berdoa agar ditakdirkan mendampingi Kang DS untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bandung. 

Sebelum video tersebut muncul, baligo dan poster keduanya berdampingan bahkan sudah terpampang di beberapa tempat sejak beberapa pekan terakhir ini.

“Saya Sahrul Gunawan siap bersedia mendampingi beliau sebagai Bupati Bandung dan saya menjadi wakilnya. Semoga ada takdirnya bagi kami berdua, dan semoga kehadiran kami berdua ini bisa membawa perubahan bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Kabupaten Bandung lebih sejahtera, lebih terasa pengelolaan daerahnya, manfaatnya bagi masyarakatnya itu sendiri,” kata Sahrul dalam video itu. 

Menanggapi beredarnya video itu, Kang DS mengungkapkan bahwa apa yang diutarakan Sahrul adalah merupakan ungkapannya secara pribadi bukan atas nama partai. “Ya itu hanya secara pribadi, soalnya kai berdua sudah ada chemistry,” kata DS saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu 10 Juni 2020. 

Kang DS menuturkan, salah satu faktor yang memunculkan hadirnya chemistry diantara mereka adalah sosok Sahrul yang religius dan sangat taat beribadah. Selain itu, ada kesamaan keinginan dalam hal membangun Kabupaten Bandung yang baik dan maju lagi di berbagai aspek. 

Dengan beredarnya video tersebut di masyarakat, DS tidak merasa khawatir akan ditegur oleh partainya, sebab hal yang dilakukannya itu tidak melanggar peraturan organisasi yang ada di Partai Golkar.

“Itu kan cuma sebagai bentuk konsolidasi dan sosialisasi, pengenalan terhadap bakal calon lain, dan itu tidak dilarang oleh partai,” tegasnya.

Ditanya terkait surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar, ia mengaku masih menunggu keputusan. Namun ia sangat optimistis bisa mendapatkan rekomendasi untuk menjadi calon bupati.

Sedangkan terkait koalisi, ia mengaku telah menjalankan komunikasi dengan berbagai partai. Bahkan hingga sata ini masih terus berjalan. Ia pun mengaku jika munikasi antara Golkar dengan Nasdem sudah intens di tingkat pusat. Hal itu, kata dia, bisa menjadi sebuah tanda atau lampu hijau bahwa Golkar siap menggaet Sahrul Gunawan dengan NasDem-nya. 

“Sudah ada komunikasi juga antara ketua umum kedua partai, mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar,” kata dia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *