CIMAHI— lagi, banjir di Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi membawa petaka. Sebelumnya, pengandara motor yang nekad melintas di jalan itu saat hujan deras tewas terbawa arus banjir.
Kali ini nampak dalam sebuah rekaman kamera warga, kendaraan roda empat terseret arus banjir pada Minggu (10/5/2020) sore.
Banjir di jalan tersebut ketinggian air sampai 50 centimeter yang berasal dari luapan air Sungai Ciputri di kawasan tersebut.
Peristiwa itu berawal dari kendaraan roda empat yang kehilangan kendali saat terjebak pada derasnya arus banjir. Beruntung, mobil tidak terseret lebih jauh karena tertahan pagar pembatas sungai.
Adi (35), pengendara mobil berwarna hitam itu mengatakan dirinya melaju dari arah Leuwigajah menuju ke arah Cimindi dengan tujuan ke Padalarang. Saat tiba di lokasi banjir, dia mengaku memaksa menerobos arus banjir itu.
“Iya tadi terseret banjir karena maksa lewat. Tadinya lihat mobil lain bisa lewat, pas saya coba ternyata malah terseret arus yang memang sangat deras,” ujar Adi saat ditemui, Minggu (10/5/2020).
Seorang saksi di lokasi, Yahya menyebutkan hal yang sama, dia melihat mobil hitam itu memaksa menerobos arus banjir. Padahal menurutnya, puluhan kendaraan di belakangnya memilih mengantre dan menunggu arus banjir itu reda.
“Tadi memang memaksa lewat, padahal mobil di belakangnya pada nunggu dulu. Kalau motor memang semua berhenti, mobil yang lewat hanya truk dan mobil lainnya yang agak besar,” kata Yahya.
Menurutnya, banjir di wilayah itu memang sering terjadi. Bahkan beberapa waktu lalu, seorang pengendara motor tewas terseret arus di lokasi yang sama. Beruntung, saat ini sudah dipasangi pagar pembatas untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Sebelumnya sempat kejadian pengendara motor terseret arus, dia masuk ke saluran dengan motornya. Korbannya meninggal, jadi langsung dipasang pembatas. Kalau banjir disini memang sudah langganan,” terangnya.
Yahya berharap, Pemkot Cimahi bisa mengatasi luapan air dari Sungai Ciputri yang kerap membawa petaka. ****
2020-05-10

