Buruh di KBB Positif Corona, Keluarganya Isolasi Mandiri

BATUJAJAR– Seorang buruh pabrik garmen PT CCH Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi korban keganasan virus corona.

Hasil repid test di RSUD Cililin, buruh malang berusia 22 tahun itu positif terpapar corona. Pihak RSUD Cililin pun langsung mengisolasi pada Minggu (26/4/2020) lantaran mengalami panas tinggi dan sesak nafas.

Direktur Utama RSUD Cililin dr Ahmad Oktorudy mengatakan, isolasi dilakukan selama 14, dan dilanjutkan dengan swab tes. “Kemarin sih masih positif rapid test. Sekarang pasien sudah diisolasi di sini. Seminggu setelah rapid, baru swab test,” kata Okto saat dihubungi.

Dari laporan yang diterima, pasien tinggal satu rumah bersama Ayah, Ibu dan dua kakaknya. Keluarga pasien itu diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Keluarga pasien tersebut saat ini berada dalam pemantauan petugas medis Puskesmas Cililin.

“Untuk pemantauan terhadap keluarga, bisa ditanyakan langsung ke Puskesmas Cililin,” ucapnya.

Namun demikian, Okto mengatakan belum mendapat laporan hasil tracing riwayat perjalanan buruh tersebut. Maka, terkait dugaan di mana pasien terpapar, Okto belum bisa memberikan keterangan.

“Harus dicek ke pabrik garmen, ke PT CCH-nya untuk bisa mengetahui dia terpaparnya di mana. Kita sudah laporkan ke Dinkes untuk melakukan tindak lanjut ke pabrik pasien bekerja,” ujarnya.

Terkait itu, Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) KBB, Dede Rahmat meminta pemerintah segera melakukan rapid test terhadap seluruh buruh di pabrik garmen PT CCH Indonesia, dan menutup sementara kegiatan produksi.

“Saya ingin Pemerintah daerah bergerak cepat melakukan Rapid Test dan menutup sementara kegiatan produksi,” kata Dede, Senin (27/4/2020).

Menurut Dede, langkah cepat dari pemerintah dibutuhkan agar kasus buruh pabrik positif tak terjadi serupa di PT Kahatex yang menyebabkan ribuan buruh harus dirumuskan.

“Sejak awal kita sudah memperingatkan agar pemerintah cepat bertindak terhadap perusahaan yang masih beroperasi di tengah PSBB. Mereka harus memastikan protokol kesehatan ditetapkan saat beroperasi,” jelas Dede. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *