Musrenbang Genjot Penuntasan Akses Jalan Pariwisata 100 KM

PADALARANG— Pemkab Bandung Barat sangat serius dalam peningkatan pariwisata. Salah satunya adalah membuka akses pariwisata sejauh 100 kilometer dengan pelebaran jalan dari 4 meter hingga 8 meter.

Hal tersebut dikemukakan oleh Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat KBB 2021 di Hotel Mansion Pine Kota Baruparahyangan, Rabu (11/3/2020).

“Titik pelebaran jalan itu tentunya ada objek wisata. Tahun ini juga ada 7 destinisasi wisata yang akan selesai dan ini akan menjadi maskot KBB di samping bidang lainnya,” kata Bupati kepada wartawan.

Peningkatan perekonomian desa, peternakan, dan pertanian akan seiring juga dengan peningkatan wisata unggulan Kabupaten Bandung Barat. Sehingga, itu menjadi potensi dalam peningakatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Efek pariwisata juga nantinya bisa dibuatkan rest area kuliner atau desa wisata yang dilaku juga penginapan dan hotel, ini akan berinbas besar kepada PAD juga,” sebut Bupati.

Umbara mengatakan, pembangunan skala prioritas akan dimulai pada Mei pada tahun ini dengan total anggaran sekitar Rp 400 miliar. “Kita tergetkan bulan Desember 2020 pembangunan akses insfrastruktur sudah rampung seluruhnya,” katanya.

Dalam acara pembahasan Musrenbang RKAD itu juga, Bupati menyebutkan, ada beberapa peningkatan salah satunya sektor ketenaga kerjaan dengan membuka lapangan pekerjaan yang berefek dalam pengurangan pengangguran.

Bupati juga menyebutkan, soal rencana perekonomian yang berbasis di desa agar bisa berimbas kepada sektor lainnya. Pihaknya akan memberikan bantuan kepada 165 desa sebesar Rp 30 juta untuk menyelesaikan jalan lingkungan di desa dengan pertimbangan masih banyak jalan lingkungan tanah. “Juklak wajib paving block bukan pelur atau aspal dan anggaran itu adanya di DPMD (Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa) dengan petimbangan kekuatan paving block akan lebih tahan lama,” tuturnya.

Soal itu, bupati menargetkan akan rampung dalam 2-3 tahun ke depan, dengan tujuan KBB menuju desa pariwisata. “Kita juga merencanakan untuk membuat mesin pemusnah sampah yang akan disimpan di daerah untuk dibuat paving block dan pupuk organik. Jadi bantuan dana stimulan Rp 30 juta/tahun itu paving blocknya beli ke pembuatannya yang dilakukan oleh karang taruna termasuk pengolahan sampah satu desa 10 orang,” tandasnya. (cecep darojak)

Editor M Bowie

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *