Butuh Penyegaran

Hadi Wibowo Wartawan Ragam Daerah

SOROTAN

Ultimatum Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna cukup keras terhadap kinerja anak buahnya. Dalam sebuah apel pagi Selasa (3/3/2020), bupati kecewa dengan kinerja dinas yang tidak pro rakyat.

Salah satu contohnya adalah soal anggaran dinas. Bupati mempertanyakan kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), kenapa anggaran dinas yang tidak bersentuhan langsung kepada masyarakat cukup besar. Sementara, anggaran dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat masih kecil.

Kekecewaan bupati bertambah, ketika mendengar anak buahnya di tingkat eselon masih menjelek-jelekan dirinya. Bahkan bupati menyebut “Bapak sampai kaget mendengarnya maunya gimana harepuen heuh tukangen nalikung. (Depan ia tapi di belakang menghianati). Api-api bersih (pura-pura) bersih tapi di belakang mencoba menjatuhkan bupati,” katanya.

Suara lantang bupati, menjadi daya tarik awak media. Media online maupun cetak, ramai-ramai memberitakan kekecewaan bupati terhadap kinerja anak buahnya tersebut.

Wajar memang, jika bupati berbicara demikian. Dia ingin kinerja dinas lebih baik selama memimpin sesuai dengan visi misinya mewujudkan Bandung Barat AKUR (ASPIRATIF, KREATIF, UNGGUL DAN RELIGIUS) berbasis pengembangan ekonomi, optimalisasi sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia.

Sejak dilantik Kamis 20 September 2018, bupati kerja keras menerjemahkan visi misinya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dari mulai peningkatan disiplin seluruh kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga peningkatan infrastruktur di daerah untuk peningkatan ekonomi warga. Tapi apa yang terjadi, bupati masih kecewa dengan kinerja dinas yang dinilainya masih kurang Lumpaaat.

Fonomena itu, apakah diperlukan penyegaran kembali di tingkat eselon 2? Publik menjawab iya. Namun, apakah dengan rotasi mutasi yang akan dilakukan, pejabat bisa menjabarkan pemikiran bupati? Mudah-mudahan saja bisa, jika pejabat eselon 2 saat ini kompak bisa menerjemahkan visi misi bupati. Wallahu a’lam. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *