BATUJAJAR– Amplop berkop Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) KBB yang di dalamnya ada uang sebesar Rp 30 ribu, diterima Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bandung Barat, Deniswara. Amplop tersebut, ternyata diberikan dalam acara pernikahan putrinya yang berlangsung pada Sabtu (22/2/2020) di Gedung Vidya Chandra Jalan Sangkuriang Kota Cimahi.
Karuan saja, membuat kegat Deniswara dengan amplop berisi uang sebesar Rp 30 ribu tersebut. “Abdi mah masalah nilai teu janten masalah. Mung eta atas nama Kesbangpol anu janten teu raosna mah. (Saya enggak masalah dengan nilai uangnya. Yang bikin tidak enaknya mengtasnamakan Kesbang,” kata Denis kepada wartawan, Senin (24/2/2020).
Amplop bersi uang Rp 30 ribu itu, bukan diberikan langsung oleh Kepala Kesbangpol, Jaja. Namun suruhannya, yang kebetulan Jaja berhalangan datang dalam acara pernikahan tersebut.
“Perwakilan ti Kesbangpol, abdi hilap deui mung nyebat Pa Kepala teu tiasa dongkap saurna teh. (Perwakilan dari Kesbangpol. Saya lupa lagi cuman bilangnya kepala enggak bisa datang katanya),” tutur Denis.
Kesbang salah satu kantor yang menaungi organisasi masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di KBB. Bak orangtua ke anak, seharusnya Kesbang memberikan perhatian lebih soal itu. “Kesbangpol dalam pernikahan anak memberikan kasih sayang yang sangat berharga,” kata Denis sembari menunjukkan uang pecahan Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu itu.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Kesbangpol KBB, Jaja mengelak memberikan amplop berisi uang Rp 30 ribu dalam pernikahan anak Ketua PP KBB. “Emang saha anu ngasih sakitu? terus saha anu nganggo amplop kesbangpol. (Emang siapa yang ngasih segitu? Terus siapa yang ngamplop atas nama kesbangpol,” katanya.
Jaja mengaku, tidak bisa hadir diacara pernikahan anak Ketua PP KBB lantaran ada keperluan. Kamari aya acara anu ngadadak, teu tiasa dikantunkeun. Teras anu ngasih pake amplop kesbangpol saha? (Saya ada acara ngedadak yang tidak bisa ditinggalkan.Terus yang ngasih amplop kesbangpol siapa?,” tanya Jaja lagi penuh keheranan.
Dirinya menduga, ada oknum yang sabotase terhadap dirinya. “Pasti eta mah anu rek adu domba abdi sareng Kang Denis, maenya abdi miwarang anu sanes atanapi staf. Rencana abdi kamari teu tiasa hadir, aya ujian di kampus. (Pasti itu yang mau adu domva saya dengan Kang Denis. Masa saya nyuruh yang lain atau staf. Rencana kemarin saya tidak hadir ada ujian di kampus,” pungkasnya. (***)
Copyright secured by Digiprove 
