PADALARANG– Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan memastikan, persedian logistik untuk korban banjir di Kabupaten Bandung Barat (KBB) aman. Hengki meminta bantuan kepada pihak swasta untuk menyalurkan logistik kepada warga korban banjir. “Kalau logistik Insya Allah aman karena banyak pihak-pihak yang mambantu,” kata Hengki ditemui saat meninjau warga Korban Banjir di Desa Cipendeuy Padalarang, Kamis (2/1/2020).
Hengki menghubungi pihak pasar modern juga pengusaha dibidang sandang. “Alhamdulilah meraka suport membantu. Namun jika warga ingin membantu boleh-boleh saja,” ungkapnya.
Orang nomor dua di KBB ini menyebutkan, kurang lebih ada 1.500 warga yang terkena dampak banjir dari lima desa di wilayah Kecamatan Padalarang dan Ngamprah. “Total itu warga di lima desa. Padalarang Desa Cipendeuy, Cimareme. Ngamprah Cilame, Margajaya dan Mekarsari, ya pokoknya total ada 1.500 warga terkena dampak banjir,” sebutnya.
Pihak Pemerintah Bandung Barat menggelar rapat koordinasi yang hasilnya status tanggap darurat, BPBD tetap di titik lokasi banjir. “Kalau pembangunan rumah yang ambruk prosesnya agak lama karena itu mesti dianggarkan dulu bisa di 2021 atau diperubahan anggaran 2020, itu lebih ke dinas PUPR yang menganggarkan atau bantuan dari pemerintah provinsi bisa juga nanti,” terangnya.
Soal dana tanggap darurat, Hengki mengatakan, hanya untuk tujuh hari ke depan, itu pun dipergunakan untuk proses evakuasi pascabanjir. “Ya kalau rumah yang hancur agak lama mesti di rapatkan dulu untuk penganggaran,” tandasnya. (wie)
editor M Bowie
2020-01-02

