LEMBANG– Sudah menjadi tradisi, kawasan wisata Lembang kerap disergap kemacetan seperti libur Natal dan Tahun Baru. Kemacetan akan bertambah parah, ditambah dibukanya kawasan wisata baru seperti di dekat Kantor Desa Gudangkahuripan yang merupakan pintu masuk menuju Lembang. “Jujur saya sebagai warga susah ke luar rumah jika liburan tiba. Beberapa ruas jalan di Lembang pasti macet parah apalagi ditambah sejumlah wisata baru,” kata Ade warga Lembang.
Wawan warga Gudangkahuripan juga mengaku jengah dengan macet parah tepatnya dekat Desa Gudangkahuripan yang merupakan pintu utama masuk ke Lembang. “Dulu enggak separah kaya gini kalau liburan. Sekarang dengan terus dibuka wisata baru dekat di wilayah Desa Gudang menambah macet,” tuturnya.
Masalah itu pun diakui oleh Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana. “Betul kemacetan di wilayah kami karena ada lokasi wisata yang baru. Itu karena warga luar daerah terus berdatangan penasaran ingin melihat wisata baru di dekat Desa Gudangkahurpan,” ungkapnya.
Agus pun mengatakan, volume kendaraan terus meningkat seiiring dibukanya wisata baru dekat desanya. “Wisatawan dari luar Jawa Barat berdatangan ke Lembang apalagi libur anak sekolah, dan lokasi bukan di desa kami juga tapi tersebar di beberapa desa di Lembang,” ungkapnya.
Ditanya kenapa investor senang membuka kawasan wisata di Desa Gudangkahuripan? Agus menjawab dengan entengnya, jika cuaca Lembang yang sejuk menjadi tujuan wisata sehingga dimanfaatkan oleh investor peluang bisnisnya. “Ya karena cuaca Lembang yang adem jadi cocok bagi wisatawan Jakarta datang ke Lembang yang sejuk,” ungkapnya.
Kendati wilayahnya kerap disergap macet, Agus mengaku malah bersyukur. “Kami sebagi pemerintahan daerah harus bisa memanfaatkan keramaian ini. Alhamdulilah dengan adanya wisata di daerah kami walaupun tidak besar tidak seluruh masyarakat tapi sebagaian masyarakat bisa bekerja di lokasi wisata dan masyarakat yang menganggur bisa menjadi tukang parkir menjadi nilai ekonomis warga juga wos sifatnya semantara saja,” tuturnya.
Sementara itu, volume kendaraan di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami peningkatan signifikan. Itu dikarenakan Lembang masih menjadi favorit wisatawan berbagai daerah untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Kemacetan dapat terlihat di persimpangan Beatrix, Lembang, sejak Rabu (25/12/2019).
Dari arah Kota Bandung, antrean kendaraan mengular sejauh dua kilometer mulai dari Jalan Setiabudi hingga pintu masuk objek wisata The Great Asia Afrika dan Farmhouse
Dari arah Subang, kemacetan sejauh empat kilometer dimulai dari pintu masuk TWA Tangkuban Parahu hingga pintu masuk objek wisata Floating Market. Kemacetan didominasi wisatawan menggunakan roda empat berpelat nomor luar daerah seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera. Polisi melakukan pengaturan lalu lintas di persimpangan Beatrix sejak pagi hari.
KBO Lantas Polres Cimahi, Iptu Duddy Iskandar menuturkan, kemacetan akibat tingginya volume kendaraan sudah terjadi sejak pagi hari.
Dirinya memperkiarakan puncak arus balik libur Natal diprediksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga malam. Kondisi tersebut terlihat dari jumlah kendaraan yang sudah memadati jalanan di sepanjang jalan utama maupun alternatif menuju Lembang.
“Tadi pagi, dari pukul 08.00 WIB hingga saat ini terpantau meriah, mungkin nanti sekitar pukul 14.00 WIB itu puncak-puncaknya karena arus balik liburan Natal,” ujar Duddy ditemui di Lembang, Kamis (26/12/2019).
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sepanjang jalan Lembang terutama di persimpangan Beatrix menuju objek wisata, pihaknya memberlakukan sistem jalan satu arah.
“Jika ada kemacetan kami melalukan bertindak dengan cara one way dari Beatrix ke Gran Hotel Lembang, jika menjelang sore kami balikan dari Grand Hotel ke Beatrix. Kemudian di persimpangan Beatrix ke arah Farm House sudah mengalami kemacaten dan ekornya sudah sampai ke Beatrix kami akan alihkan ke Kolonel Masturi, Cisarua,” pungkasnya. ***
2019-12-26

