NGAMPARAH– Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna tengah melakukan inventalisir guru ngaji yang bakal mendapatkan insentif. “Dulu masalahnya, bukan guru ngaji mendapat insentif. Makanya, kita inventalisir kembali yang benar-benar guru ngaji tanpa membedakan dari lembaga mana,” ujar Umbara ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (17/10/2019).
Bupati ingin, insentif guru ngaji tersebut benar-benar tepat sasaran yang menerimanya, tanpa kepentingan lain. “Jangan sampai misalkan tukang ojeg dapat insentif karena kepentingan politis. Kalau gitu kan jadi dosa, kalau guru ngaji ya guru ngaji,” tegasnya.
Pendataan itu, pihaknya memastikan bakal dilakulan oleh Ormas Islam yang memberikan datanya untuk diverifikasi kembali oleh Dinas Pendidikan atau pun Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda KBB. “Yang penting datanya lebih selektif lagi karena beberapa temua bukan guru ngaji yang dapat insentif,” pungkasnya. ***
Copyright secured by Digiprove 
