Wow..! Uji Kir KBB Dilirik Filipina

PADALARANG– Kolaborasi antara Kepala Dinas Perhubungan KBB, Ade Komarudin bersama Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (Kir), Eman Sulaiman torehkan prestasi gemilang. Bagaimana tidak, Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (Kir) KBB yang asalnya dipandang sebelah mata, kini berubah drastis. Kir KBB menjadi percontohan di Jawa Barat lantaran memiliki alat uji kir canggih dan terlengkap. Bahkan, jika sudah beroperasi alat uji kir tersebut, negara tetangga Filipina rencananya akan studing banding ke KBB.

“Rencananya begitu, dari Filipina akan berkunjung ke kami untuk melihat langsung alat uji kir di sini,” kata Kadishub KBB, Ade Komarudin didampingi Kepala UPT Pengujian KBB, Eman Sulaiman kepada Ragam Daerah, Rabu (16/10/2019).

Ade memastikan, uji Kir KBB pun akan bersih dari pungli mau pun praktik percaloan. “Pembayaran nanti berbasis online. Masyarakat datang ke uji kir tidak bayar dengan uang tunai, namun pembayarannya bisa lewat ATM atau pun aplikasi pembayaran lainnya melalaui nomor pelanggan, juga pendaftaran bisa melalui handphone,” ungkap Ade

Sementara itu, alat uji Kir KBB kini benar-benar canggih. Sistem pengoperasiannya pun sesuai dengan standar operasional presdur (SOP). Misalkan saja, emisi gas buang bensin dan solar, juga alat pemeriksaan bagian bawah kendaraan untuk melihat sistem kemudi seperti ball joint, kim rem atau sistem pengereman. Secara manual, bisa dilihat dari bawah kendaraan. “Tapi dengan alat yang baru ini, pengemudi tinggal lihat saja di layar monitor karena di alatnya sudah terpasang kamera dan senter, apabila terjadi kebocoran sistem pengereman akan terlihat langsung secara otomatis,” ujar Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor KBB, Eman Sulaiman sembari menunjukkan cara kerja alat uji kir yang baru tersebut bersama stafnya, Hery Arifin.

Pada kesempatan itu juga Eman menjelaskan juga fungsi alat penguji lampu utama bahaya lampu dan penyimpangannya. “Setiap alat pun ada spek dan SOP,” katanya.

Alat pengukur roda depan (trems life) ditunjukkan. Fungsinya untuk mengukur, keadaan stir kemudi, apakah terlalu ke kanan atau ke kiri dalam lanju lurus di jalan, misalkan diuji di jalan tol. “Jika penyimpangannya terlalu melebihi ambang batas, pengemudi akan merasa tidak nyaman, dan itu mesti dilakukan spooring balancing,” tuturnya. Uji kir KBB juga mempunyai alat ukur untuk spedo meter. “Semua alat ini belum beroperasi masih menunggu uji coba dan kalibrasi dari Kementerian Perhubungan baru bisa digunakan, mudah-mudahan saja perkiraaan kami bulan depan sudah bisa dimulai,” sebut Eman.

Untuk ukuran tempat uji kir disesuaikan dengan ketentuan dari Kementerian Perhubungan. Namun soal kelebihan uji kir KBB untuk lantainya menggunakan cat epoxynippe 2000 mixer. “Uji kir yang lain biasanya menggunakan kramik tapi jika terlindas kendaraan akan mudah pecah, jadi standar akreditasi peralatan sudah terpenuhi di kami semua,” pungkas Eman. *****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *