NGAMPARAH— Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dianggap terlalu memaksakan pembangunan gedung DPRD KBB ketimbang memperhatikan jalan rusak berstatus kabupaten. “Jalan Pasir Ucing Margaluyu Kecamatan Cipendeuy yang statusnya jalan kabupaten, rusak parah dan sering nelan korban jiwa. Akhirnya warga iuranĀ untuk memperbaiki seadanya, kemana dinas PUPR?,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD KBB, Sundaya kepada Ragam Daerah, Selasa (8/10/2019).

Sundaya menyayangkan, pinjaman dana ke PT SMI untuk memperbaiki akses jalan di KBB, tidak sampai ke wilayah Pasir Ucing Margaluyu. Pemkab Bandung Barat sendiri meminta persetujuan dewan untuk pinjam uang kepada PT SMI sebesar Rp324 miliar yang akan dipergunakan untuk memperbaiki sejumlah jalan rusak di KBB. “Kalau jalan desa enggak masalah. Ini kan statusnya jalan kabupaten. Warga terpaksa urunan memperbaiki jalan,” kata Sundaya.
Dirinya mengaku heran, gedung dewan yang tidak terlalu prioritas malah didahulukan pembangunannya, ketimbangan memperbaiki infrastruktur jalan rusak di sejumlah daerah di KBB. “Ini seakan yang wajib disunahkan dan yang sunah diwajibkan, pembangunan gedung dewan belum prioritas,” tuturnya.
Akses Jalan Pasir Ucing Margaluyu merupakan satu-satunya akses jalan yang sering dilalui oleh masyarakat di sana. Panjanganya sejauh 10 kilo meter menuju Ciloa. Sementara yang rusak kurang lebih 5 kilo meter. “Ciloa-Margaluyu jalan hancur. Udah jalannya sempit, naik gunung lagi. Jangan-jangan tidak dianggarkan oleh pemda. Padahal masyarakat bayar pajak ke pemda, ya semestinya kembalilan lagi uangnya untuk masyarakat,” tandasnya. ***
Copyright secured by Digiprove 
