NGAMPARAH– Wafatnya Presiden ke- 3 RI, BJ Habibie menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, nama Indonesia harum dikanca dunia lewat teknologi yang diciptakan BJ Habibie semasa hidupnya. Maka dari itu, 11 September diusulkan sebagai Peringatan Hari Teknologi. “Lewat DPR RI kami usulkan 11 September sebagai Hari Teknologi kepada presiden,” ujar Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Samsul Ma’arif kepada redaksi, Kamis (12/9/2019).
Usulannya, Samsul beralasan. Dilatari belakangi ketokohan BJ Habibie sebagai satu-satunya putra terbaik bangsa yang ahli dibidang teknologi, dan baru saja wafat pada tanggal 11 September 2019.
“Saya kira BJ Habibie adalah aset bangsa yang terbesar di abad ini. Kecerdasan di bidang sains dan teknologi bukan saja diakui negara-negara ASEAN, tapi juga dunia,” tuturnya.
Bahkan ketika negara, saat itu, mempropagandakan jargon IPTEK yang dinisbahkan kepada dirinya, dia malah menelorkan jargon IMTAQ. Habibie ingin agar putra-putri bangsa ini kelak jago teknologi, tapi iman dan taqwa menjadi landasan. Sehingga, pada dekade 80-an dan 90-an, banyak orangtua yang berdoa agar anak-anaknya bisa seperti Habibie.
“Tentu masih banyak sudut-sudut lain yang bisa menjadi alasan agar 11 September menjadi Hari Teknologi Nasional,” tandas Samsul. ****
Copyright secured by Digiprove 
