Dewan PKB Tawarkan Solusi Ini Atasi Bank Keliling

LEMBANG— Keberadaan bank keliling seakan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Bayangkan saja, dengan kondisi kepepet, mereka menawarkan jasa dengan bunga yang cukup tinggi kepada masyarakat kecil.

Banke–begitu biasa dipanggil masyarakat, biasanya masuk ke setiap kampung-kampung, apalagi KBB. Kondisi ini lah menjadi keprihatinan bagi Wendi Sukawijaya Komisi II Fraksi PKB KBB. “Hampir setiap hari saya mendapat keluhan dari masyarakat soal bank keliling tersebut,” kata Wendi ditemui di Lembang, Rabu (28/8/2019).

Tentunya, sebut Wendi, kondisi itu tidak bisa dibiarkan, mesti ada komitmen antara RT, RW juga pemerintah desa untuk mengatasinya. “Kalau masalah ditolak banke bisa saja. Tapi mesti ada solusinya dong untuk masyarakat” sebut Wendi. Tapi dirinya juga heran, keberadan banke seakan menjadi

Salah satu jalan, katanya, adalah peran serta Pemda KBB dengan pemerdayaan masyarakat ekonomi kreatif. “Itu yang menjadi salah satu janji politik saya kepada masyarakat untuk menumbuhkan ekonomi kreatif mengatasi masalah banke,” tandasnya.

Fenomena itu sekaan terbalik. Kebaradaan banke, seakan menjadi solusi bagi ibu-ibu di kampungm Dari pada malu pinjam ke tetangga malu, ya pilihannya banke.
Syarat pinjam ke bank keliling tidaklah sulit, cukup tahu rumah calon peminjam.

Kemudahan itulah yang membuat banyak ibu-ibu rumah tangga kepepet memilihnya. Selain gampang acc, pengembaliannya pun dicicil perhari. Misal nih yah, kalau kita pinjam 400.000 maka pengembaliannya dicicil 20 ribu perhari. Namun 20.000 perhari itu dibayar selama 30 hari. Jika total yang harus mereka bayar yang semula 400.000 menggendut menjadi 600.000.

Sebelum diterima uang dipotong pula untuk admin, dan katanya uang tabungan, sehingga sebetulnya tidak 400.000 yang penuh diterima. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *