
Waryana pasien kanker akut saat ini tengah menjalani penanganan medis.
BANDUNG–Lima tahun sudah, Waryana pasien kanker yang menggerogoti wajahnya terbaring di kasur. Makan pun kesulitan.
Kesabaran sang istri, Dedeh Kuswanti, 40, diuji. Tak kenal lelah untuk mengurus sang suami bertahun-tahun.
Belum lagi untuk mencari nafkah membuka warung kecil-kecilan di rumahnya demi bisa bertahan hidup bersama ketiga anaknya.
Beratnya beban hidup dijalani, tak surut semangat hidupnya. Tepat, pada lima tahun lalu, Mochmad Waryana, 44, bekerja sebagai buruh lepas. Ekonominya masih cukup kala itu. Tapi Tuhan berkata lain. Ujian menerpa Waryana.
Sebuah tahi lalat menempel di pipi kirinya. Dikiranya hanya tahi lalat biasa. Namun, lama kelamaan tahi lalat itu kian membesar.
Risau dengan keadaan itu, Waryana warga Desa Cipendeuy, Kecamatan Cipemdeuy, KBB ini memcoba untuk berobat ke sebuah klinik kesehatan di Taman Mutiara Indah tahun 2012 silam.
Tenaga medis mendiagnosa, tahi lalat itu hanya tumor jinak belaka. Maka saat itu disarankan untuk operasi kecil.
Operasi kecil dilakukan, mulai mengangkat tahi lalat. Bekas jahitan pun rapih. “Tapi lama-kelamaan malah renyah seperti sekarang ini,” ujar Dedeh ditemui di IGD RSHS Bandung.
Waryana hanya bisa pasrah. Ihtiar pengobatan tengah ditempuh. Namun, itu semua dipasrahkan kepada Allah SWT untuk kesembuhannya. “Saya pasrah dengan keadaan suami, tapi saya yakin suami bisa sembuj sedia kala,” katanya. (***)
Copyright secured by Digiprove 