
NGAMPARAH– Bencana alam longsor, pergerakan tanah hingga banjir mulai mengancam tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Mana saja? Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB merilis rekapitulasi 23-27 Februari mulai dari Kecamatan Cililin, Sindangkerta Rongga, Gununghalu, Cipatat, Cisarua, Saguling hingga Batujajar.
Kejadian longsor terbaru 27 Februari sekitar pukul 20.00 di Kampung Cimonyet RT 05 RW 06 Desa Karanganyar Kecamatan Cililin. Lonsoran dengan ketinggian 5 meter dan lebar 11 meter dari Tembok Penahan Tebing (TPT) yang sempat memutus akses jalan dua desa yakni Desa Karanganyar dan Desa Sukamulya.
Selain longsor adalah pergerakan tanah di Kampung Babakan Jati RT 01/ 04 Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin mengakibatkan 7 rumah warga rusak dan 7 KK serta 27 jiwa terancam.
Lokasi lainnya longsor juga terjadi di Kampung Cilame RT 02/RW 04 Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta yang mengancam 6 unit rumah warga.
Bencana pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Cibukur RT05 RW15 Desa Gunungmasigit Kecamatan Cipatat yang mengancam 4 rumah dengan jumlah 5 KK dan 20 Jiwa. “Termasuk longsor terjadi Kecamatan Rongga dengan mengancam dua rumah milik warga,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD KBB, Dicky Maulana, Kamis (28/2/2019).
Selain longsor, banjir bandang juga terjadi di Kampung Cangkorah RT 01, 02, 03 RW 01 Desa Cangkorah Kecamatan Batujajar. Menurutnya, lantaran hujan tinggi mengakibatkan tidak berfungsinya saluran air atau drainase yang merendam 20 rumah setinggi 50 hingga 100 cm. Tercatat ada 23 KK dan 71 jiwa di lokasi banjir bandang tersebut. “Tidak ada kerusakan rumah tapi barang milik warga yang rusak untuk banjir bandang ini. Petugas dari BPBD terus bersiaga di beberapa titik rawan longsor,” pungkasnya. (***)
Copyright secured by Digiprove 