Tempat Pembuangan Sampah di Desa Jaya Mekar Disulap Menjadi Taman Vertikal

foto istimewa<br> Kades Jayamekar Padalarang, KBB Siti Koeriyah bersama warga pegiat lingkungan dan Satgas Citarum bersih melakukan penanaman di taman vertikal yang dulu dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga.

PADALARANG—Trobosan baru dilakukan Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tempat kumuh yang biasanya menjadi tempat pembuangan sampah warga, kini menjadi tempat yang indah.

Apa yang dilakukan? Aparatur desa setempat bersama masyarakat sepakat, jika tempat kumuh itu harus bersih dan indah dengan dibuatkan taman vertikal.

Pembuatan taman vertikal itu merupakan program Desa Jaya Meker, dan di sana kini banyak tanaman hias yang indah dipandang mata. “Di sini dulu kondisinya sangat memprihatinkan karena dijadikan tempat membuang sampah oleh warga. Tapi dengan dijadikan taman vertikal alhamdulilah lingkungan di sini sudah bersih,” ujar Kades Jayamekar, Siti Koeriyah, Jumat (22/2/2019).

Tempat yang dijadikan lokasi taman vertikal merupakan tanah cekungan yang kerap dijadikan pembuangan sampah oleh warga sekitar. Acap kali, jika melintas di sana pasati bau sampah akan terasa menyengat hidung. Tak mau kondisi itu berlarut-larut akahirnya kepala desa dan Tim Satgas Catrum Bersih juga warga peduli lingkungan memasangi pagar setinggi satu meter dengan panjang hampir 100 meter untuk dijadikan taman vertikal.

Apa itu taman Vertikal?

Kebun vertikal atau sering disebut pula dengan dinding hijau (Bahasa Inggris: green wall), dinding hidup, biowalls, atau ecowallsadalah metode bercocok tanam dengan menggunakan lahan yang sempit dan terbatas dengan menggunakan dinding atau ruang secara vertikal dengan menutupinya dengan tumbuhan yang tumbuh di atas media tanam. Kebanyakan kebun vertikal memiliki fasilitas pengairan terintegrasi.

Dinding ini bisa ditempatkan di dalam maupun luar ruangan, melekat ataupun terpisah dari dinding yang sudah ada, dan bisa dalam berbagai ukuran. Rekor tahun 2012, kebun vertikal terbesar dipegang oleh Los Cabos International Convention Center seluas 2.700 meter persegi

Kebun vertikal juga ditemukan di kawasan urban di mana tumbuhan berfungsi untuk menurunkan temperatur bangunan, terutama ketika ditanam di dinding yang menyerap cahaya matahari paling banyak. Sehingga kebun vertikal berfungsi sebagai insulasi. Tumbuhan akan menyerap panas, dan dengan proses transpirasi tumbuhan akan menyerap air dan menguapkan air dari stomata. Dengan transpirasi ini, temperatur udara tidak akan melebihi 4.5 derajat celcius di atas temperatur ambient, bahkan bisa lebih dingin.

Kebun vertikal dapat menjadi media penggunaan kembali air kelabu, yaitu air yang sedikit terpolusi dan tidak dapat digunakan oleh manusia. Contoh air kelabu yaitu air sisa cucian sayur dan buah. Tumbuhan masih dapat menggunakan air jenis ini.

Kebun vertikal juga dapat menjadi salah satu cara dalam melakukan pertanian urban dan membentuk karya seni di dinding yang tidak terpakai. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *